OnePlus kembali menggebrak pasar aksesori smartphone dengan meluncurkan solusi pendingin inovatif bagi para pengguna perangkat mobile. Perangkat yang diberi nama OnePlus Magnetic Ice Cooling Clip ini hadir sebagai jawaban atas masalah panas berlebih yang sering muncul saat ponsel bekerja keras.
Inovasi ini diperkenalkan secara resmi berbarengan dengan peluncuran model OnePlus 15T pada awal 2026. Produk ini diposisikan sebagai pendingin magnetik tertipis di dunia yang dirancang khusus untuk menjaga performa chipset tetap stabil dalam durasi panjang.
Desain Ultra Tipis dan Portabilitas Tinggi
Keunggulan utama dari aksesori ini terletak pada rancang bangunnya yang sangat ringkas dan ringan. OnePlus berhasil menekan dimensi perangkat hingga mencapai ketebalan hanya 9,8 mm pada titik tertipisnya.
Bobot keseluruhan perangkat ini pun sangat bersahabat, yakni hanya berada di angka 68 gram. Dengan dimensi 87,6 x 62 x 9,8 mm, pendingin ini tidak akan mengganggu kenyamanan saat ponsel digenggam dalam waktu lama.
Berikut adalah rincian spesifikasi fisik yang membuat perangkat ini menonjol di kelasnya:
- Ketebalan minimum: 9,8 mm
- Ketebalan maksimum: 11,9 mm
- Berat total: 68 gram
- Material: Komposit termal ringan
- Sistem pemasangan: Magnetik presisi tinggi
Meskipun memiliki struktur yang sedikit lebih tebal di bagian komponen internal, desain keseluruhannya tetap terlihat elegan dan minimalis. Bentuknya yang menyerupai power bank mini memastikan aksesori ini tidak terasa mengganjal saat dipasang di bagian belakang bodi ponsel.
Teknologi Pendingin TEC dan Performa Kipas
Di balik desainnya yang ramping, OnePlus menyematkan teknologi Thermoelectric Cooling (TEC) yang mumpuni untuk menurunkan suhu secara instan. Sistem ini bekerja dengan memindahkan panas dari permukaan ponsel ke area pembuangan secara efisien.
Teknologi ini dipadukan dengan saluran udara melengkung serta kipas sentrifugal bertekanan rendah. Kombinasi tersebut memastikan aliran udara tetap lancar tanpa menghasilkan suara bising yang mengganggu aktivitas harian.
Berikut adalah tahapan cara kerja sistem pendingin pada perangkat ini:
- Penyerapan panas melalui pelat konduktor TEC yang menempel langsung pada bodi ponsel.
- Proses pertukaran suhu di mana panas ditarik menjauh dari komponen internal smartphone.
- Aliran udara dingin masuk melalui bagian atas perangkat untuk mendinginkan area kerja.
- Pembuangan udara panas melalui sisi samping agar tidak mengenai tangan pengguna.
Sistem sirkulasi udara ini dirancang secara spesifik agar tangan tetap merasa nyaman saat memegang ponsel. Pengguna tidak perlu khawatir dengan hembusan udara panas yang biasanya mengarah langsung ke jari saat menggunakan pendingin konvensional.
Fleksibilitas Mode Penggunaan
OnePlus memahami bahwa kebutuhan setiap orang berbeda, mulai dari sekadar menonton video hingga bermain game berat. Oleh karena itu, terdapat dua mode operasi yang bisa dipilih sesuai dengan beban kerja smartphone saat itu.
Mode hening menjadi pilihan utama untuk aktivitas ringan seperti streaming film atau fotografi. Sementara itu, mode performa dirancang khusus untuk sesi gaming intensif yang membutuhkan pendinginan ekstra cepat.
Berikut adalah perbandingan performa antara kedua mode yang tersedia:
| Fitur | Mode Hening | Mode Performa |
|---|---|---|
| Peruntukan | Streaming & Fotografi | Gaming Berat |
| Tingkat Kebisingan | 22 dB | 36 dB |
| Kecepatan Kipas | Rendah | Maksimal |
| Efisiensi Daya | Tinggi | Sedang |
Tabel di atas menunjukkan bahwa perangkat ini sangat fleksibel untuk berbagai skenario penggunaan. Pengguna dapat beralih antar mode dengan mudah melalui koneksi Bluetooth yang terintegrasi langsung dengan aplikasi pendukung.
Integrasi Magnetik dan Konektivitas
Pemasangan pendingin ini sangat praktis berkat dukungan sistem magnetik yang kuat. Pengguna hanya perlu menempelkan perangkat ke bagian belakang ponsel yang sudah mendukung fitur magnetik atau menggunakan casing khusus.
Konektivitas Bluetooth memungkinkan pengaturan suhu dan mode dilakukan secara nirkabel melalui smartphone. Hal ini memberikan kemudahan akses tanpa harus menyentuh tombol fisik pada pendingin saat sedang berada di tengah permainan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengoptimalkan penggunaan pendingin magnetik ini:
- Pastikan area belakang ponsel bersih dari debu atau kotoran.
- Tempelkan OnePlus Magnetic Ice Cooling Clip tepat di atas area chipset ponsel.
- Aktifkan Bluetooth pada ponsel untuk menghubungkan perangkat dengan aplikasi.
- Pilih mode pendinginan yang sesuai melalui antarmuka aplikasi di layar.
- Pantau suhu ponsel secara real-time melalui dasbor aplikasi yang tersedia.
Harga yang ditawarkan untuk perangkat ini adalah 179 yuan atau setara dengan Rp 400 ribuan. Angka ini tergolong kompetitif mengingat teknologi TEC yang diusung serta kualitas material yang digunakan oleh OnePlus.
Perlu diingat bahwa harga tersebut merupakan estimasi pasar pada awal 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan distributor serta fluktuasi nilai tukar mata uang. Ketersediaan produk di pasar lokal juga mungkin memerlukan waktu tambahan setelah peluncuran global.
Dengan kombinasi desain tipis, performa pendinginan TEC, dan fleksibilitas mode, aksesori ini menjadi investasi menarik bagi pengguna yang sering mengalami masalah overheating. Perangkat ini membuktikan bahwa pendingin ponsel tidak harus berukuran besar untuk memberikan hasil yang maksimal.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.



