Beranda » Pasar Modal » Harga Emas Dunia Tercatat Stabil di Kisaran US$ 5.000 per Troi Ounce

Harga Emas Dunia Tercatat Stabil di Kisaran US$ 5.000 per Troi Ounce

global hari ini bergerak di kisaran sempit, tetap bertahan di sekitar level US$ 5.000 per troi ons. Pergerakan yang ini mencerminkan situasi ketidakpastian global yang masih tinggi, terutama terkait risiko inflasi dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut dari Bloomberg per Selasa (17/), harga emas spot naik tipis sebesar 0,18%, mencapai US$ 5.015,33 per troi ons sekitar pukul 16.14 WIB. Sebelumnya, logam mulia ini sempat mengalami tekanan ke bawah sebesar 0,3% dalam sesi sebelumnya.

Dinamika Pasar Emas dan Faktor Pendorong

Harga emas saat ini berada dalam korelasi erat dengan sentimen pasar terhadap risiko global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya antara AS-Israel dan Iran, menciptakan volatilitas yang cukup tinggi. Sementara itu, ancaman stagflasi—kondisi di mana pertumbuhan ekonomi melambat namun inflasi tetap tinggi—membuat investor semakin was-was.

1. Pengaruh Ketegangan Geopolitik

Perang yang berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari lalu terus menjadi sorotan. Ketegangan ini memicu lonjakan harga energi, terutama minyak mentah, yang berpotensi memperparah inflasi global.

Namun, harga minyak justru turun untuk pertama kalinya dalam sepekan. Penyebabnya adalah rencana pemerintah AS untuk melepaskan cadangan minyak mentah darurat. Langkah ini diambil untuk menstabilkan harga energi dan mengurangi tekanan inflasi.

2. Sentimen Terhadap Kebijakan Bank Sentral

Bank sentral dunia, termasuk , tengah memperhatikan perkembangan ekonomi secara ketat. Prospek penurunan yang sebelumnya sempat optimis, kini mulai pudar karena inflasi yang masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Para pedagang dan analis hampir tidak melihat kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan mendatang. Padahal, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas, karena logam mulia tidak memberikan bunga.

Permintaan Emas di China Masih Tinggi

Meski harga bergerak datar, permintaan emas dari China tetap kuat. Investor justru memanfaatkan situasi ini untuk menambah kepemilikan emas melalui reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).

Baca Juga:  Analisis Pergerakan Saham SOFI Turun 12 Persen Setelah Laporan Keuangan Q1 Tahun 2026

Sejak kembali dari liburan Tahun Baru Imlek pada 24 Februari, investor China telah menyerap lebih dari 17 miliar yuan atau setara US$ 2,5 miliar dalam bentuk emas ETF. Ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pilihan investasi utama di tengah ketidakpastian.

3. Kekuatan Yuan dan Dampaknya

Mata uang China, yuan, yang relatif stabil dan bahkan menguat terhadap dolar AS, membuat harga emas domestik di China terlihat lebih murah. Ini menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan emas lokal.

Rhona O’Connell, Kepala Analis Pasar di Stonex Financial Ltd., menyatakan bahwa permintaan emas China tetap stabil dalam beberapa pekan terakhir. Namun, tekanan dari penguatan yuan membuat harga emas domestik terlihat lebih kompetitif.

Perbandingan Harga Emas dan Minyak dalam 1 Bulan Terakhir

Berikut adalah perbandingan harga emas dan minyak mentah dalam sebulan terakhir untuk melihat korelasinya.

Tanggal Harga Emas (US$/ons) Harga Minyak (US$/barel)
17 Februari 4.980 78
24 Februari 4.995 80
3 Maret 5.010 82
10 Maret 5.005 81
17 Maret 5.015 79

Tabel di atas menunjukkan bahwa harga emas cenderung stabil meskipun harga minyak berfluktuasi. Ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset safe haven meski harga energi naik.

Emas sebagai Aset Safe Haven

Meskipun tekanan dari suku bunga tinggi masih ada, emas tetap menunjukkan performa positif sepanjang tahun ini. Hingga kuartal pertama 2024, harga emas sudah naik sekitar 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

4. Ancaman Stagflasi

Salah satu alasan kuat mengapa emas tetap diminati adalah ancaman stagflasi. Kondisi ini membuat investor mencari aset yang bisa melindungi nilai investasi mereka dari erosi inflasi tanpa harus mengorbankan likuiditas.

Baca Juga:  Indeks Harga Saham Gabungan Mengalami Pemulihan, Melonjak 1,8 Persen pada Perdagangan Selasa 10 Maret 2023 Pagi Hari

5. Ketidakpastian Geopolitik

Perang di Timur Tengah, ketegangan antara negara adidaya, dan potensi gangguan pasokan energi global membuat investor beralih ke emas. Aset ini dianggap aman karena tidak terikat dengan pemerintah mana pun dan tidak memiliki risiko seperti .

Tips untuk Investor Emas

Bagi yang ingin memanfaatkan fluktuasi harga emas saat ini, berikut beberapa pertimbangan penting.

1. Pahami Siklus Harga Emas

Emas bukan aset yang selalu naik. Harganya bisa turun dalam jangka pendek karena faktor teknis pasar. Namun, dalam jangka panjang, emas cenderung stabil dan bahkan menguntungkan.

2. Perhatikan Indikator Makroekonomi

Inflasi, suku bunga, dan kebijakan bank sentral adalah indikator penting yang memengaruhi harga emas. Investor sebaiknya memantau data-data ini secara rutin.

3. Diversifikasi Portofolio

Emas bisa menjadi bagian dari portofolio yang seimbang. Tapi jangan terlalu fokus hanya pada satu aset. Diversifikasi tetap menjadi kunci mitigasi risiko.

Disclaimer

Harga emas dan komoditas lainnya sangat rentan terhadap perubahan kondisi makroekonomi global. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat referensial dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi pasar. Investasi emas juga mengandung risiko, termasuk potensi kerugian modal.

Investor disarankan untuk melakukan riset mandiri dan konsultasi dengan ahli sebelum membuat keputusan investasi. Artikel ini tidak bermaksud memberikan saran keuangan, melainkan menyajikan informasi terkini untuk referensi pembaca.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.