Beranda » Teknologi » vivo Daftarkan Paten Ponsel dengan Layar Vertikal yang Menggulung ke Arah Atas

vivo Daftarkan Paten Ponsel dengan Layar Vertikal yang Menggulung ke Arah Atas

Industri smartphone terus berinovasi, dan kali ini giliran yang membawa ide segar dengan paten terbaru mereka. Bukan sekadar layar lipat atau gulung ke samping seperti yang sudah dikenal, tapi sebuah konsep yang memanjangkan layar ke arah vertikal. Artinya, ponsel ini bisa tumbuh lebih tinggi, bukan lebih lebar.

Paten ini menunjukkan bahwa vivo sedang mengeksplorasi cara baru untuk meningkatkan produktivitas dan pengalaman pengguna tanpa harus mengorbankan bentuk fisik perangkat. Dengan desain ini, pengguna bisa mendapatkan layar besar dalam bentuk yang tetap di kantong.

Detail Paten: Desain Layar Gulung Vertikal yang Unik

vivo tampaknya ingin mengambil langkah berbeda dari kompetitor dengan mengusung mekanisme layar gulung yang bergerak ke atas. Ini bukan sekadar gimmick, tapi solusi desain yang bisa membuka banyak kemungkinan penggunaan sehari-hari.

1. Tampilan Standar yang Tetap Ringkas

Dalam kondisi normal, perangkat ini tetap terlihat seperti smartphone biasa. Rasio layarnya sekitar 20:9, ukuran yang umum digunakan di ponsel modern saat ini. Ini membuatnya tetap nyaman digenggam dan digunakan sehari-hari.

2. Transformasi Vertikal Saat Dibutuhkan

Begitu pengguna mengaktifkan mekanisme gulung, layar internal yang tersembunyi di bagian bawah akan naik ke atas. Hasilnya? Ponsel menjadi lebih tinggi, dengan rasio layar yang bisa mencapai 30:9 atau bahkan lebih ekstrem. Ini memberikan ruang layar tambahan tanpa menambah lebar perangkat.

3. Kontrol dengan Sentuhan Jari di Bagian Belakang

Salah satu fitur menarik dari paten ini adalah area sensor khusus di bagian belakang bodi. Pengguna bisa mengontrol proses penggulungan layar hanya dengan menyentuh area ini, tanpa harus menyentuh layar depan. Ini membuat transisi lebih halus dan mengurangi risiko goresan atau kesalahan sentuh.

Baca Juga:  Infinix Note 60 Ultra Hadir dengan Kamera 200MP dan Pengisian Daya 180W Tercepat 2026

4. Kamera Belakang yang Terlindung

Mekanisme gulung ini juga punya manfaat tambahan. Saat layar dalam mode ringkas, belakang tertutup dan terlindung. Begitu layar diperpanjang, modul kamera akan terbuka secara otomatis. Ini menawarkan perlindungan ekstra dan menjaga estetika bodi tetap bersih.

Ekspektasi Penggunaan di Tahun 2026

Jika paten ini benar-benar diwujudkan dalam bentuk produk komersial, diperkirakan akan dirilis sekitar tahun . Dengan desain vertikalnya, pengguna bisa mendapatkan pengalaman multitasking dan konsumsi konten yang jauh lebih baik.

1. Multitasking dengan Layar Split Vertikal

Dengan layar yang lebih tinggi, pengguna bisa menjalankan dua sekaligus secara vertikal. Misalnya, menonton di bagian atas dan mengetik pesan di bagian bawah. Ini jauh lebih efisien dibandingkan dengan layar lebar yang membagi ruang secara horizontal.

2. Membaca Konten Panjang Tanpa Capek Scroll

Bagi pengguna yang sering membaca artikel, feed sosial, atau dokumen panjang, desain ini sangat ideal. Layar yang lebih tinggi mengurangi kebutuhan untuk terus-menerus menggulir ke bawah, sehingga pengalaman membaca jadi lebih nyaman dan efisien.

Perbandingan Desain Layar Gulung: Vivo vs Kompetitor

Fitur vivo (Vertikal) X 2021 (Horizontal) Samsung Galaxy Fold (Lipat)
Arah Ekspansi Layar Ke atas (vertikal) Ke samping (horizontal) Ke samping (lipat)
Rasio Layar Normal ~20:9 ~20:9 ~22:9
Rasio Layar Ekstended ~30:9 atau lebih ~16:9 ( mode) ~4:3 (tablet mode)
Kontrol Penggunaan Sensor belakang Tombol fisik Otomatis/tombol layar
Perlindungan Kamera Ya (tertutup saat ringkas) Tidak Tidak
Baca Juga:  Inovasi 3 Layar Samsung Wide Fold 2026 Siap Geser Dominasi Pasar Smartphone Lipat Dunia

Potensi Tantangan dan Pertimbangan

Meski konsepnya menarik, desain layar gulung vertikal ini juga membawa beberapa tantangan teknis. Misalnya, mekanisme penggulungan harus sangat presisi agar tidak mudah rusak. Selain itu, bobot perangkat bisa menjadi isu, terutama saat layar dalam posisi tergulung penuh.

Dari segi ergonomi, pengguna mungkin perlu waktu untuk beradaptasi dengan bentuk yang lebih tinggi. Namun, jika diimbangi dengan fitur kontrol yang intuitif, ini bisa menjadi nilai tambah yang besar.

Kesimpulan

vivo dengan paten layar gulung vertikal mereka menunjukkan bahwa di dunia smartphone belum berhenti. Dengan pendekatan yang berbeda dari kompetitor, mereka mencoba menawarkan solusi yang lebih produktif dan tetap praktis.

Desain ini bukan hanya soal tampilan, tapi juga tentang pengalaman pengguna yang lebih baik. Jika berhasil diwujudkan, ini bisa menjadi langkah besar dalam evolusi smartphone layar dinamis.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari dokumen paten yang terdaftar dan belum tentu menjadi produk komersial. Spesifikasi dan fitur dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.