Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat berada di dua zona berbeda pada perdagangan Kamis pagi, 26 Februari 2026. Pukul 9:17 WIB, indeks mencatat kenaikan tipis sebesar 0,02%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih menunggu sentimen eksternal dan data penting dari berbagai negara maju yang dirilis pada hari itu.
Sebanyak 262 saham mengalami penguatan, sedangkan 270 saham lainnya tercatat melemah. Ada juga 176 saham yang belum menunjukkan pergerakan signifikan. Perbedaan ini mencerminkan kondisi pasar yang belum sepenuhnya memihak bullish atau bearish.
Saham Top Gainers Hari Ini
Pergerakan IHSG yang fluktuatif tidak menyurutkan beberapa saham untuk mencatatkan kenaikan menonjol. Saham-saham ini menjadi sorotan karena mampu melaju di atas rata-rata meski dalam kondisi pasar yang belum stabil.
1. IFSH Sentuh Batas Atas dengan Kenaikan 25%
Saham IFSH mencatatkan kenaikan tertinggi pagi ini dengan melonjak 25%, menyentuh auto reject atas (ARA). Lonjakan ini bisa jadi dipicu oleh sentimen internal perusahaan atau aktivitas belakang hari sebelumnya.
2. DIVA, INAI, dan SSTM Ikut Naik Tajam
Selain IFSH, saham DIVA, INAI, dan SSTM juga mencatatkan kenaikan besar. Saham-saham ini masuk dalam daftar top gainers hari ini, menunjukkan bahwa investor lokal masih aktif memilih saham dengan fundamental menarik atau prospek bisnis yang baik.
Saham yang Melemah Tajam
Tidak semua saham bergerak positif. Beberapa saham justru mencatatkan pelemahan cukup dalam di awal perdagangan.
1. INDS Alami Penurunan Signifikan
INDS menjadi salah satu saham yang tercatat melemah paling dalam. Penurunan ini bisa terkait dengan sentimen sektor atau kondisi kinerja perusahaan yang sedang dinilai pasar.
2. SCNP dan LIFE Ikut Terpuruk
SCNP dan LIFE juga masuk dalam daftar saham dengan penurunan terbesar. Investor sebaiknya waspada terhadap saham-saham ini jika berencana memasuki posisi, mengingat volatilitas yang tinggi bisa berisiko.
Pergerakan Saham Blue Chip
Saham-saham besar dengan kapitalisasi pasar tinggi menunjukkan pergerakan yang beragam. Ini menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya optimis atau pesimis terhadap kondisi makro ekonomi saat ini.
Saham BREN dan TPIA Naik
Saham BREN dari Grup Barito mencatatkan kenaikan 1,29%. Saham TPIA juga menguat 1,81%. Keduanya menunjukkan bahwa sektor yang mereka wakili masih diminati investor.
Saham Bank Cenderung Melemah
Sebaliknya, sektor perbankan terlihat tertekan. Saham BBCA turun 0,34% dan BBRI melemah 0,25%. Pelemahan ini bisa terkait dengan sentimen terhadap sektor keuangan secara global atau ekspektasi terhadap kebijakan moneter.
Agenda Ekonomi Global yang Perlu Diwaspadai
Pergerakan pasar saham tidak hanya dipengaruhi oleh faktor domestik. Ada sejumlah agenda ekonomi global yang bisa berdampak langsung terhadap IHSG.
1. Keputusan Suku Bunga Korea Selatan
Bank of Korea (BOK) akan mengumumkan keputusan suku bunga harian ini. Investor memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang mulai melandai.
2. Pidato BOJ dan ECB
Pidato dari anggota dewan Bank of Japan (BOJ) Hajime Takata dan Presiden ECB Christine Lagarde juga menjadi sorotan. Keduanya bisa memberikan arahan kebijakan moneter yang berdampak pada mata uang dan aliran modal global.
3. Data Sentimen Eurozone
Indeks sentimen konsumen dan bisnis Eurozone bulan Februari akan dirilis. Data ini menjadi indikator awal kondisi ekonomi kawasan Eropa yang bisa memengaruhi investor risiko.
4. Lelang dan Data AS
Lelang US Treasury 7-year senilai US$ 44 miliar dan data Initial Jobless Claims AS juga menjadi agenda penting. Selain itu, kesaksian Wakil Ketua The Fed Michelle Bowman di Senat bisa memberikan petunjuk arah kebijakan moneter AS ke depan.
Kinerja Emiten: Panin Bank Raih Laba Bersih Rp 2,87 Triliun
Di tengah fluktuasi pasar, beberapa emiten masih berhasil mencatatkan kinerja positif. Salah satunya adalah Panin Bank yang membukukan laba bersih sebesar Rp 2,87 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan pemulihan kinerja perusahaan setelah beberapa tahun sebelumnya terdampak ketatnya likuiditas dan kredit macet.
Tabel Laba Bersih Panin Bank (2021–2025)
| Tahun | Laba Bersih (Rp) |
|---|---|
| 2021 | 1,20 triliun |
| 2022 | 1,55 triliun |
| 2023 | 1,98 triliun |
| 2024 | 2,34 triliun |
| 2025 | 2,87 triliun |
Peningkatan laba ini menunjukkan bahwa bank mulai pulih dari tekanan makro ekonomi yang terjadi sebelumnya. Investor yang tertarik pada sektor perbankan bisa menjadikan data ini sebagai salah satu pertimbangan.
Rekomendasi untuk Investor
Investor jangka pendek sebaiknya tetap waspada terhadap volatilitas yang tinggi. Saham top gainers seperti IFSH dan DIVA bisa menjadi pilihan, tetapi risikonya juga lebih besar. Sementara investor jangka panjang bisa mempertimbangkan saham blue chip yang menunjukkan kinerja stabil seperti BREN dan TPIA.
Tips Memilih Saham di Tengah Fluktuasi
- Fokus pada fundamental – Cek kinerja keuangan dan prospek bisnis jangka panjang.
- Hindari FOMO – Saham yang naik tajam bisa jadi sudah overbought.
- Gunakan analisis teknikal – Untuk menentukan timing entry dan exit yang tepat.
- Pantau sentimen global – Data ekonomi dari negara maju bisa mengubah arah pasar dalam hitungan jam.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika pasar. Saham yang disebutkan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual, tetapi sebagai informasi dan gambaran kondisi pasar pada tanggal 26 Februari 2026.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.
