Butuh modal usaha tapi takut terjerat bunga pinjaman yang tinggi? Pertanyaan ini kerap muncul di benak pelaku UMKM, terutama menjelang awal tahun ketika rencana ekspansi bisnis mulai disusun.
Kabar baiknya, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2026 tetap berlanjut dengan sejumlah pembaruan kebijakan yang lebih menguntungkan.
Berdasarkan revisi Permenko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah menetapkan target penyaluran KUR sebesar Rp320 triliun dengan bunga flat 6% per tahun dan penghapusan batas maksimal pengajuan.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini agar pengajuan modal usaha bisa direncanakan dengan matang.
Apa Itu KUR dan Mengapa Masih Relevan di 2026
Kredit Usaha Rakyat merupakan program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang ditujukan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini disalurkan melalui bank maupun lembaga keuangan resmi dengan suku bunga jauh lebih ringan dibanding pinjaman komersial biasa.
Nah, mengapa KUR tetap menjadi primadona bagi pelaku usaha? Alasannya cukup sederhana.
Suku bunga yang ditawarkan sangat kompetitif berkat subsidi pemerintah, yakni hanya 6% per tahun atau setara 0,5% per bulan. Angka ini jauh di bawah rata-rata bunga pinjaman modal kerja non-subsidi yang bisa mencapai 12-18% per tahun.
Di tahun 2026, relevansi KUR semakin kuat karena pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berbasis usaha kecil dan menengah. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 64 juta unit usaha, dan sebagian besar membutuhkan akses permodalan yang terjangkau.
Kabar Terbaru, Apakah Pinjaman KUR 2026 Masih Tersedia
Jawabannya, ya. Pinjaman KUR 2026 masih tersedia dan justru hadir dengan kebijakan yang lebih inklusif.
Melalui revisi Permenko Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah resmi mengumumkan beberapa perubahan signifikan yang mulai berlaku efektif Januari 2026. Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam konferensi pers akhir 2025 menegaskan bahwa akses KUR kini dibuka lebih luas bagi pelaku UMKM.
Perubahan Kebijakan KUR 2026
Beberapa perubahan penting yang perlu diketahui antara lain:
- Penghapusan batas pengajuan – Aturan lama membatasi pelaku UMKM sektor perdagangan hanya bisa mengakses KUR dua kali, sementara sektor produksi empat kali. Mulai 2026, batasan ini dihapus. Pelaku usaha bisa mengajukan berulang kali sesuai kebutuhan.
- Bunga flat 6% – Suku bunga tunggal sebesar 6% per tahun berlaku untuk seluruh jenis pengajuan tanpa melihat urutan atau jumlah pengajuan sebelumnya.
- Tanpa agunan hingga Rp100 juta – Pinjaman KUR dengan plafon di bawah Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan.
- Target penyaluran meningkat – Pemerintah menetapkan target penyaluran KUR 2026 sebesar Rp320 triliun, naik signifikan dari tahun sebelumnya.
Isu yang beredar bahwa KUR 2026 sudah ditutup atau tidak ada lagi ternyata tidak akurat. Berdasarkan informasi resmi Kementerian UMKM, program ini justru diperluas jangkauannya agar lebih banyak pelaku usaha bisa mengakses modal dengan bunga terjangkau.
Jenis dan Plafon KUR 2026
Pemerintah membagi KUR menjadi beberapa kategori berdasarkan skala usaha dan kebutuhan modal. Memahami perbedaan ini penting agar pengajuan sesuai dengan profil bisnis yang dijalankan.
| Jenis KUR | Plafon | Bunga | Tenor Maksimal | Agunan |
|---|---|---|---|---|
| KUR Super Mikro | Hingga Rp10 juta | 3% per tahun | 3 tahun (KMK), 5 tahun (KI) | Tanpa agunan |
| KUR Mikro | Di atas Rp10 juta – Rp100 juta | 6% per tahun | 3 tahun (KMK), 5 tahun (KI) | Tanpa agunan |
| KUR Kecil | Di atas Rp100 juta – Rp500 juta | 6% per tahun | 4 tahun (KMK), 5 tahun (KI) | Wajib agunan |
| KUR Penempatan TKI/PMI | Hingga Rp25 juta – Rp100 juta | 6% per tahun | Sesuai kontrak kerja (maks 3 tahun) | Tanpa agunan |
Informasi plafon dan ketentuan di atas berdasarkan Permenko Nomor 7 Tahun 2025 dan dapat berubah sesuai kebijakan terbaru dari pemerintah maupun bank penyalur.
Simulasi Angsuran KUR 2026
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut simulasi angsuran KUR dengan bunga 6% per tahun:
| Plafon Pinjaman | 12 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan | 48 Bulan | 60 Bulan |
|---|---|---|---|---|---|
| Rp10 juta | Rp861.000 | Rp443.000 | Rp304.000 | Rp235.000 | Rp193.000 |
| Rp25 juta | Rp2.153.000 | Rp1.108.000 | Rp760.000 | Rp587.000 | Rp483.000 |
| Rp50 juta | Rp4.306.000 | Rp2.217.000 | Rp1.521.000 | Rp1.174.000 | Rp967.000 |
| Rp100 juta | Rp8.611.000 | Rp4.433.000 | Rp3.042.000 | Rp2.349.000 | Rp1.933.000 |
Angka di atas merupakan estimasi dan dapat berbeda di setiap bank penyalur tergantung kebijakan internal dan tanggal pencairan.
Syarat Pengajuan KUR 2026 yang Wajib Dipenuhi
Sebelum mengajukan KUR, pastikan memenuhi kriteria dan menyiapkan dokumen yang diperlukan. Bank akan melihat kelayakan usaha (feasible) meskipun belum tentu memiliki agunan cukup (bankable).
Kriteria Umum Calon Debitur
- Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Memiliki usaha produktif yang sudah berjalan aktif minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain (kecuali KPR, KKB, atau kartu kredit dengan status lancar)
- Riwayat kredit bersih atau lolos pengecekan SLIK OJK (dulu BI Checking)
Dokumen yang Perlu Disiapkan
- e-KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)
- Kartu Keluarga (KK) terbaru
- Surat Nikah (bagi yang sudah menikah)
- NIB (Nomor Induk Berusaha) atau IUMK/SKU dari kelurahan/desa
- NPWP (wajib untuk plafon di atas Rp50 juta)
- Pas foto berwarna ukuran 4×6
- BPJS Ketenagakerjaan (khusus KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta)
Cara Mengajukan KUR 2026 di Bank Mitra Resmi
Proses pengajuan KUR bisa dilakukan secara offline maupun online, tergantung preferensi dan ketersediaan layanan di bank penyalur.
Pengajuan Secara Offline (Langsung ke Bank)
- Siapkan seluruh dokumen persyaratan dalam kondisi lengkap
- Kunjungi kantor cabang atau unit bank penyalur terdekat dari lokasi usaha
- Ambil nomor antrean untuk Customer Service atau Unit Kredit
- Sampaikan maksud pengajuan KUR dan konsultasikan kebutuhan modal
- Serahkan dokumen untuk verifikasi awal oleh petugas
- Tunggu jadwal survei lokasi usaha oleh mantri atau analis kredit
- Jika disetujui, tandatangani akad kredit dan dana akan dicairkan
Pengajuan Secara Online
- Akses situs resmi bank penyalur (contoh: kur.bri.co.id untuk BRI)
- Buat akun baru jika belum memiliki, atau login jika sudah terdaftar
- Klik menu “Ajukan Pinjaman KUR” dan pelajari syarat ketentuan
- Isi formulir data diri dan data usaha dengan lengkap
- Upload dokumen yang diminta sesuai format
- Tunggu notifikasi dari pihak bank via WhatsApp atau email
- Proses verifikasi fisik dan survei usaha tetap dilakukan oleh petugas bank
Jika berkas lengkap dan SLIK OJK bersih, proses biasanya memakan waktu 3-7 hari kerja sejak survei dilakukan. Untuk plafon di atas Rp100 juta, analisis kredit bisa membutuhkan waktu hingga 14 hari kerja.
Daftar Bank Penyalur KUR Resmi
Terdapat 46 bank dan lembaga keuangan yang ditunjuk pemerintah sebagai penyalur KUR. Beberapa di antaranya yang paling aktif:
- Bank Rakyat Indonesia (BRI)
- Bank Mandiri
- Bank Negara Indonesia (BNI)
- Bank Syariah Indonesia (BSI)
- Bank Tabungan Negara (BTN)
- Bank Pembangunan Daerah (BPD) di masing-masing provinsi
Tips Agar Pengajuan KUR 2026 Cepat Disetujui
Banyak pelaku usaha bertanya mengapa pengajuan ditolak padahal usaha terlihat ramai. Persetujuan kredit bukan hanya soal keramaian toko, tetapi juga administrasi dan karakter debitur.
- Rapikan administrasi usaha – Pastikan memiliki NIB atau IUMK/SKU yang masih berlaku. Dokumen legalitas ini adalah syarat mutlak.
- Pisahkan rekening pribadi dan usaha – Bank akan meminta mutasi rekening 3-6 bulan terakhir. Aliran transaksi yang jelas menggambarkan omzet usaha dan menjadi nilai plus.
- Pastikan SLIK OJK bersih – Jika memiliki tunggakan di pinjaman online, kartu kredit, atau leasing, segera lunasi terlebih dahulu sebelum mengajukan.
- Siapkan laporan keuangan sederhana – Catatan pemasukan dan pengeluaran usaha (bisa manual di buku tulis) menunjukkan keseriusan dalam mengelola bisnis.
- Jelaskan rencana penggunaan dana – Sampaikan dengan jelas untuk apa modal akan digunakan, misalnya menambah stok barang atau membeli peralatan produksi.
- Pastikan usaha terlihat aktif saat survei – Petugas bank akan melakukan kunjungan ke lokasi usaha. Tunjukkan aktivitas operasional yang berjalan normal.
Aturan dan Suku Bunga KUR 2026 Terbaru
Berdasarkan Permenko Nomor 7 Tahun 2025 yang mulai berlaku Januari 2026, berikut ketentuan resmi yang perlu dipahami:
| Ketentuan | Keterangan |
|---|---|
| Suku Bunga KUR Super Mikro | 3% efektif per tahun |
| 6% efektif per tahun (flat) | |
| Batas Pengajuan | Tidak ada batas maksimal pengajuan |
| Agunan untuk Plafon ≤ Rp100 juta | Tidak diperlukan agunan tambahan |
| Biaya Administrasi | Tidak ada biaya administrasi |
| Target Penyaluran 2026 | Rp320 triliun |
Kebijakan di atas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti regulasi terbaru dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan bank penyalur. Disarankan untuk mengonfirmasi langsung ke bank sebelum mengajukan.
Klarifikasi Isu yang Beredar Tentang KUR 2026
Beberapa informasi keliru tentang KUR masih beredar di masyarakat dan perlu diluruskan.
1. KUR 2026 sudah ditutup atau tidak ada lagi
Faktanya, program KUR 2026 tetap berlanjut dan justru target penyalurannya ditingkatkan menjadi Rp320 triliun. Pemerintah bahkan menghapus batasan frekuensi pengajuan agar lebih banyak UMKM bisa mengakses modal.
2. Bunga KUR naik menjadi 9% di pengajuan berikutnya
Berdasarkan aturan terbaru 2026, sistem bunga berjenjang (progresif) sudah dihapus. Bunga flat 6% berlaku untuk semua pengajuan tanpa melihat urutan pinjaman sebelumnya.
3. KUR tetap memerlukan agunan meskipun pinjaman di bawah Rp100 juta
Sesuai Permenko Nomor 7 Tahun 2025, pinjaman KUR dengan plafon sampai Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan. Jika ada bank yang meminta agunan untuk plafon di bawah batas tersebut, pelaku usaha berhak melaporkan ke Kementerian UMKM atau OJK.
4. Hanya usaha besar yang bisa mendapat KUR
KUR justru dirancang untuk UMKM dengan omzet kecil hingga menengah. Bahkan tersedia kategori KUR Super Mikro khusus untuk usaha yang baru merintis atau skala sangat kecil.
Alternatif Pinjaman Modal Usaha Selain KUR
Jika pengajuan KUR tidak disetujui atau membutuhkan alternatif pembiayaan lain, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan.
1. Pembiayaan Ultra Mikro (UMi)
Program ini menyasar usaha ultra mikro yang belum bankable dengan plafon hingga Rp20 juta. Disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) seperti PT Pegadaian, PT PNM (melalui program Mekaar), dan koperasi simpan pinjam. Bunga berkisar 2-4% per tahun dengan proses lebih cepat.
2. PNM Mekaar
Program khusus perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha mikro. Plafon hingga Rp10 juta dengan sistem tanggung renteng (kelompok). Selain modal, peserta juga mendapat pendampingan usaha.
3. LPDB-KUMKM
Lembaga Pengelola Dana Bergulir untuk Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menyediakan pinjaman dengan bunga rendah untuk koperasi dan UMKM yang membutuhkan penguatan permodalan.
4. Pinjaman dengan Jaminan BPKB
Bagi yang memiliki kendaraan pribadi dan butuh pencairan cepat, pinjaman dengan jaminan BPKB bisa menjadi alternatif. Prosesnya relatif cepat (1-2 hari kerja) dengan limit hingga 75% nilai kendaraan. Kendaraan tetap bisa digunakan karena hanya BPKB yang diserahkan.
5. P2P Lending Terdaftar OJK
Platform peer-to-peer lending yang sudah terdaftar dan berizin OJK menawarkan akses modal dengan persyaratan lebih fleksibel. Pastikan memilih platform yang legal dengan mengecek di situs resmi OJK.
Waspada Penipuan Mengatasnamakan KUR
Maraknya kebutuhan modal usaha dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Berikut ciri-ciri yang harus diwaspadai:
- Menjanjikan KUR tanpa survei atau tanpa BI Checking
- Meminta biaya administrasi, provisi, atau “uang pelicin” di awal sebelum pencairan
- Menghubungi via WhatsApp atau telepon mengaku dari bank dengan penawaran KUR mudah
- Mengarahkan transfer ke rekening pribadi, bukan rekening resmi bank
- Menggunakan domain atau link yang bukan situs resmi bank
Ingat, program KUR resmi tidak memungut biaya administrasi sama sekali. Pengajuan harus melalui kantor bank resmi atau situs web resmi yang terverifikasi.
Kontak Layanan dan Pengaduan
Jika mengalami kendala dalam pengajuan KUR atau merasa dirugikan oleh pihak bank penyalur, berikut kanal pengaduan resmi yang bisa dihubungi:
| Instansi | Kontak |
|---|---|
| Kementerian UMKM | Call Center: 1500 587 | WhatsApp: 0811 1451 587 | Email: [email protected] |
| Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Call Center: 157 | Email: [email protected] | Alamat: Jl. MH. Thamrin No. 2, Jakarta Pusat |
| Kementerian Koordinator Perekonomian | Alamat: Gedung Wisma Mulia 2, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan |
| Bank BRI | BRILian Contact Center: 14017 atau 1500017 | Website: kur.bri.co.id |
| Bank Mandiri | Mandiri Call: 14000 | Website: www.bankmandiri.co.id |
| Bank BNI | BNI Call: 1500046 | Website: www.bni.co.id |
Jika terdapat permintaan agunan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, pelaku usaha berhak melaporkan hal tersebut. Sanksi tegas akan diberikan kepada bank yang melanggar, termasuk penghentian pembayaran subsidi KUR.
Penutup
Program KUR 2026 hadir dengan kebijakan yang lebih menguntungkan bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dengan bunga flat 6%, penghapusan batas pengajuan, dan jaminan tanpa agunan untuk plafon hingga Rp100 juta, akses permodalan menjadi lebih mudah dijangkau.
Kunci keberhasilan pengajuan terletak pada kelengkapan dokumen, riwayat kredit yang bersih, dan kejujuran dalam menyampaikan kondisi usaha. Seluruh informasi dalam artikel ini berdasarkan Permenko Nomor 7 Tahun 2025 dan kebijakan resmi pemerintah per Januari 2026. Data plafon, bunga, dan ketentuan dapat berubah sesuai regulasi terbaru, sehingga disarankan untuk selalu mengonfirmasi langsung ke bank penyalur sebelum mengajukan.
Terima kasih sudah membaca hingga tuntas. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu mengembangkan usaha ke level berikutnya. Sukses selalu untuk para pelaku UMKM Indonesia!
FAQ Seputar KUR 2026
Untuk KUR Super Mikro (hingga Rp10 juta) dan KUR Mikro (hingga Rp100 juta), secara aturan pemerintah tidak diwajibkan agunan tambahan. Namun, KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta biasanya memerlukan agunan seperti SHM atau BPKB kendaraan sesuai kebijakan bank penyalur.
Jika berkas lengkap dan SLIK OJK bersih, proses pencairan biasanya memakan waktu 3-7 hari kerja sejak survei lokasi dilakukan. Untuk plafon di atas Rp100 juta, analisis kredit bisa membutuhkan waktu hingga 14 hari kerja tergantung kebijakan bank.
Bisa, asalkan cicilan tersebut adalah kredit konsumtif (seperti KPR, KKB, atau kartu kredit) dan status pembayarannya lancar (Kolektibilitas 1). Calon debitur tidak boleh sedang menerima kredit modal kerja atau investasi komersial lain dari bank.
Bisa. Usaha berbasis digital atau online tetap dapat mengajukan KUR selama memenuhi persyaratan umum, yaitu usaha sudah berjalan minimal 6 bulan, memiliki legalitas usaha (NIB atau SKU), dan bukan merupakan usaha ilegal. Bukti transaksi digital seperti mutasi rekening marketplace bisa menjadi pendukung saat survei.
Permintaan agunan untuk pinjaman KUR di bawah Rp100 juta merupakan pelanggaran aturan. Laporkan ke Kementerian UMKM melalui WhatsApp 0811 1451 587 atau ke OJK melalui call center 157. Pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada bank yang melanggar, termasuk penghentian pembayaran subsidi KUR.
Status penerima bansos tidak menghalangi pengajuan KUR. Namun perlu diingat, penerima KUR aktif berpotensi dicoret dari daftar penerima bansos karena dianggap sudah memiliki akses pembiayaan perbankan (bankable).
BRI dikenal memiliki proses paling cepat karena jaringan terluas hingga ke pelosok desa dan jumlah mantri (Account Officer) yang banyak. Namun kecepatan pencairan juga sangat bergantung pada kelengkapan dokumen dan lokasi usaha yang mudah dijangkau untuk survei.
Tidak ada. Program KUR resmi tidak memungut biaya administrasi, provisi, atau biaya apapun di awal pengajuan. Jika ada pihak yang meminta biaya sebelum pencairan, itu adalah indikasi penipuan.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.



