Samsung lagi-lagi memperluas jejak AI di jajaran Galaxy-nya. Setelah sebelumnya menghadirkan Galaxy AI dan integrasi dengan asisten Google Gemini, kini giliran Perplexity AI yang bakal hadir di Galaxy S26. Kehadiran teknologi ini menunjukkan bahwa Samsung ingin menjadikan ponsel flagship-nya sebagai pusat pengalaman kecerdasan buatan yang lengkap dan mudah diakses.
Langkah ini sejalan dengan tren penggunaan berbagai agen AI secara bersamaan. Samsung menyebut bahwa hampir delapan dari sepuluh pengguna secara rutin menggunakan lebih dari dua AI dalam aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, integrasi langsung ke sistem operasi di Galaxy S26 diharapkan bisa memberikan pengalaman yang lebih mulus dan efisien.
Integrasi Perplexity AI di Galaxy S26
Samsung tidak hanya menambahkan satu fitur AI baru, tapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan beberapa agen AI bekerja bersama dalam satu sistem. Pendekatan ini dirancang agar pengguna bisa beralih antar AI tanpa ribet, sembari menjaga konteks percakapan atau tugas yang sedang dikerjakan.
1. Aktivasi Perplexity AI
Perplexity AI bisa diakses dengan dua cara utama. Pertama, melalui perintah suara "Hey Plex" yang memungkinkan pengguna langsung berinteraksi dengan AI ini secara langsung. Kedua, melalui tombol pintasan yang bisa dikustomisasi, misalnya tombol daya atau gestur tertentu.
2. Integrasi dengan Aplikasi Bawaan Samsung
Perplexity AI tidak hanya jalan sendiri, tapi juga terintegrasi dengan aplikasi bawaan Samsung seperti Galeri, Notes, Kalender, Jam, dan Pengingat. Misalnya, pengguna bisa meminta AI untuk mencari foto liburan terakhir di Galeri, atau membuat pengingat berdasarkan catatan di Notes.
3. Dukungan untuk Aplikasi Pihak Ketiga
Samsung juga membuka kemungkinan agar Perplexity AI bisa digunakan di aplikasi pihak ketiga. Ini berarti pengguna bisa mendapat bantuan AI saat menggunakan aplikasi yang tidak dibuat oleh Samsung, selama aplikasi tersebut mendukung integrasi AI.
Pilihan dan Fleksibilitas yang Lebih Luas
Samsung tidak ingin memaksa pengguna untuk hanya menggunakan satu jenis AI. Mereka justru ingin memberikan pilihan yang lebih banyak, sehingga pengguna bisa memilih agen AI mana yang paling cocok untuk tugas tertentu.
4. Galaxy AI sebagai Orkestrator
Galaxy AI berperan sebagai pusat kendali yang menyatukan berbagai AI dalam satu antarmuka yang konsisten. Ini memungkinkan pengguna untuk berpindah antar AI tanpa harus membuka aplikasi berbeda atau mengulang instruksi dari awal.
5. Dukungan untuk Alur Kerja Bertahap
Perplexity AI dirancang untuk menangani tugas kompleks yang melibatkan beberapa langkah. Misalnya, merencanakan perjalanan yang mencakup pencarian tiket, pengaturan jadwal, hingga pengingat otomatis sebelum keberangkatan.
Perkembangan Bixby dan One UI 8.5
Samsung juga belum berhenti mengembangkan asisten lama mereka, Bixby. Dalam pembaruan One UI 8.5, Bixby kini mendukung perintah bahasa alami dan pencarian web secara real-time. Ini menunjukkan bahwa Samsung tetap mengembangkan ekosistem AI internal mereka, sambil tetap membuka diri terhadap AI pihak ketiga.
6. Kompatibilitas dengan Perangkat Lama
Meski Perplexity AI akan hadir secara penuh di Galaxy S26, Samsung juga berencana membawa sebagian fitur ini ke perangkat lama, terutama Galaxy S dan Galaxy Z generasi sebelumnya melalui pembaruan One UI 8.5.
Perbandingan Fitur AI di Galaxy S26
Berikut adalah perbandingan antara beberapa agen AI yang akan tersedia di Galaxy S26:
| Fitur | Perplexity AI | Google Gemini | Bixby (One UI 8.5) |
|---|---|---|---|
| Aktivasi Suara | "Hey Plex" | "Hey Google" | "Hi Bixby" |
| Integrasi Galeri | Ya | Terbatas | Tidak |
| Dukungan Aplikasi Pihak Ketiga | Ya | Ya | Terbatas |
| Pencarian Web Real-Time | Ya | Ya | Ya |
| Pengaturan Sistem via AI | Tidak | Tidak | Ya |
Apa Kata Samsung Soal Ini?
Won-Joon Choi, Presiden dan COO serta Kepala R&D Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, menyatakan bahwa pendekatan ini dirancang untuk memberikan kontrol dan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna. Menurutnya, Galaxy AI berfungsi sebagai orkestrator yang menyatukan berbagai AI ke dalam pengalaman yang alami dan kohesif.
Kapan Semua Ini Hadir?
Samsung belum memberikan tanggal pasti peluncuran Galaxy S26 dan fitur-fitur AI-nya. Namun, berdasarkan siklus peluncuran sebelumnya, kemungkinan besar perangkat ini akan dirilis awal 2025 mendatang. Detail lebih lanjut mengenai daftar perangkat yang mendukung dan pengalaman pengguna akan diumumkan dalam waktu dekat.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat sebagaimana dilaporkan oleh sumber terpercaya dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Fitur dan spesifikasi yang disebutkan belum tentu final dan mungkin berbeda saat peluncuran resmi.
Samsung tampaknya tidak ingin ketinggalan dalam balapan AI di dunia smartphone. Dengan menghadirkan berbagai agen AI dalam satu ekosistem, Galaxy S26 punya potensi untuk menjadi ponsel yang benar-benar personal dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Tunggu saja, tahun depan bisa jadi awal dari era baru kecerdasan buatan di genggaman tangan.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.

