Beranda » Ekonomi Bisnis » IHSG Terkoreksi Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

IHSG Terkoreksi Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

Disclaimer: Seluruh data transaksi saham, nilai indeks, dan yang tercantum dalam laporan ini bersifat dinamis serta dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan kondisi pasar dan pembaruan data resmi dari otoritas terkait.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada akhir perdagangan hari Kamis, 19 Februari 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG mengalami penurunan sebesar 0,43 persen atau turun 36,14 poin menuju level 8.274,08. Pergerakan pasar hari ini diwarnai dengan variasi harga saham di mana tercatat sebanyak 326 saham mengalami kenaikan, sementara 366 saham bergerak turun, dan 127 saham lainnya berada di posisi stagnan. Aktivitas perdagangan di bursa saham hari ini menunjukkan volume yang cukup tinggi mencapai 53,04 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp26,11 triliun.

Pelemahan indeks ini terjadi di tengah keputusan Bank Indonesia yang memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan atau Rate pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode Februari 2026. Langkah Bank Indonesia tersebut sejalan dengan ekspektasi para pelaku pasar yang memprediksi otoritas moneter masih akan bersikap konservatif. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan langkah Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang belum menunjukkan akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat akibat kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat yang dinilai masih sangat .

Baca Juga:  Pergerakan Indeks Saham Gabungan 2026 Alami Penurunan Tipis di Sesi Awal Perdagangan

Sementara itu, kondisi pasar saham di kawasan Asia Pasifik cenderung bergerak variatif dengan volume perdagangan yang menipis. Hal tersebut disebabkan oleh penutupan sejumlah bursa utama seperti Hong Kong, Tiongkok, dan Taiwan dalam rangka peringatan liburan Tahun . Di sisi lain, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terpantau naik 0,5 persen dan indeks Nikkei di Jepang justru mengalami lonjakan yang signifikan didorong oleh performa positif saham-saham sektor .

Selain faktor domestik dan , sentimen negatif juga datang dari kondisi geopolitik internasional yang kian memanas. Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat dikabarkan belum mencapai titik temu sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut semakin diperburuk dengan tindakan Iran yang menutup sebagian jalur pelayaran di . Selain itu, kebuntuan dalam kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina juga turut menjadi perhatian investor karena berpotensi memberikan berkelanjutan pada stabilitas ekonomi dan keamanan global.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.