Beranda » Ekonomi Bisnis » Laju IHSG Berakhir Manis pada Penutupan Rabu

Laju IHSG Berakhir Manis pada Penutupan Rabu

atau IHSG berhasil mengakhiri di zona hijau pada penutupan pasar hari Rabu, 18 . Berdasarkan Indonesia, indeks tercatat menguat signifikan sebesar 1,19 persen atau naik 97,96 poin menuju level 8.310,23.

Aktivitas perdagangan sepanjang hari ini melibatkan volume saham mencapai 51,91 miliar lembar dengan nilai transaksi total menyentuh angka Rp23,62 triliun. Secara rinci, terdapat 454 saham yang mengalami kenaikan harga, sementara 216 saham mengalami koreksi dan 145 saham lainnya bergerak stagnan tidak mengalami perubahan harga.

Kenaikan IHSG ini terjadi di tengah antisipasi para pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur yang dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis, 19 Februari 2026. Mayoritas analis dan memproyeksikan bahwa Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen. Keputusan ini dinantikan mengingat kondisi yang terpantau mengalami pelemahan sebesar 0,28 persen ke posisi Rp16.884 per dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, perkembangan indeks global turut menjadi sorotan setelah S&P Dow Jones Indices menyatakan komitmennya untuk tetap melaksanakan peninjauan dan penyesuaian indeks kuartalan pada Maret 2026 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kebijakan S&P DJI ini berbeda dengan langkah Morgan Stanley Capital International dan FTSE Russel yang sebelumnya memutuskan untuk menunda penyesuaian indeks saham asal Indonesia.

Baca Juga:  Prediksi 3 Faktor Penyebab IHSG Tertekan dan Rupiah Kian Melemah Sepanjang Tahun 2026

Perbedaan kebijakan antar penyedia indeks global tersebut menjadi perhatian serius mengingat sentimen negatif dari MSCI sebelumnya sempat memicu kejatuhan Indonesia hingga 16 persen dalam dua hari perdagangan pada akhir Januari lalu. Kondisi tersebut bahkan memicu pengunduran diri sejumlah pimpinan regulator pasar modal di Indonesia. S&P DJI menegaskan bahwa pihaknya terus memantau dinamika pasar terkini serta memperhatikan pedoman baru yang dikeluarkan oleh otoritas Bursa Efek Indonesia.

Pernyataan ini memberikan angin segar bagi stabilitas pasar modal domestik di tengah ketidakpastian global. Disclaimer, seluruh data yang disajikan dalam berita ini dapat berubah sewaktu waktu mengikuti pembaruan data resmi dari bursa efek dan otoritas terkait. Angka kenaikan atau penurunan serta nilai transaksi merupakan data aktual pada saat pasar ditutup dan tidak menjadi jaminan pergerakan indeks atau di hari berikutnya.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.