PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan realisasi penyaluran kredit perumahan sebanyak 5,97 juta unit dengan total nilai mencapai Rp555,11 triliun. Capaian ini dihitung sejak pertama kali perseroan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR pada tahun 1976 hingga posisi Desember 2025. Penyaluran tersebut didominasi oleh segmen KPR subsidi yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa pembiayaan perumahan telah menjadi fokus utama dan identitas perseroan sejak awal. Berdasarkan keterangan resmi pada Rabu, 18 Februari 2026, Nixon menyebutkan bahwa dari total 5,97 juta unit yang tersalurkan, porsi KPR subsidi mencapai 4,4 juta unit dengan nilai mencapai Rp300,99 triliun.
Secara lebih terperinci, penyaluran KPR subsidi konvensional tercatat sebanyak 4,06 juta unit dengan nilai Rp258,27 triliun. Sementara itu, untuk KPR subsidi syariah, BTN telah menyalurkan sebanyak 338.097 unit dengan plafon sebesar Rp42,72 triliun. Sektor ini menjadi pilar utama dalam mendukung program perumahan nasional bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Pada segmen non subsidi, BTN berhasil menyalurkan pembiayaan untuk 1,3 juta unit rumah dengan total nilai Rp218,57 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KPR non subsidi konvensional sebanyak 1,18 juta unit senilai Rp191,46 triliun dan KPR non subsidi syariah sebanyak 125.410 unit dengan nilai Rp27,1 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatat penyaluran Kredit Agunan Rumah atau KAR dan Kredit Bangun Rumah atau KBR sebanyak 262.876 unit dengan total nilai Rp35,5 triliun.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia atau REI Joko Suranto menilai peran BTN sangat signifikan dalam ekosistem perumahan nasional. Menurutnya, BTN tidak hanya membantu masyarakat mewujudkan hunian impian, tetapi juga memberikan dukungan pembiayaan kepada para pengembang selaku penyedia perumahan. Senada dengan hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia atau Apersi Junaidi Abdillah menambahkan bahwa dukungan perbankan sangat vital untuk menjaga kelangsungan industri properti dan membantu arus kas pengembang agar tetap berkelanjutan.
Sebagai informasi tambahan, data penyaluran kredit dan angka pertumbuhan yang tercantum dalam laporan ini bersifat historis dan dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan, kondisi ekonomi makro, serta regulasi pemerintah yang berlaku. Masyarakat dihimbau untuk selalu memverifikasi data terbaru melalui laporan keuangan resmi atau publikasi terkini dari pihak perbankan terkait.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.



