Jakarta – Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari kelompok rentan kini merasakan manfaat nyata dari program #UsahaBarengAdaKami yang digulirkan platform pinjaman daring AdaKami.
Program ini menyasar UMKM berdampak sosial dan lingkungan di berbagai daerah, mulai dari Yogyakarta hingga Bali.
Tercatat, 50 perajin difabel di Bantul kini dapat berkarya lebih produktif. Sementara itu, 20 petani perempuan di Bali berhasil meningkatkan kapasitas produksi agrowisata mereka.
Tak hanya itu, lebih dari 1.900 ton sampah organik berhasil diolah menjadi kompos oleh UMKM lingkungan di Bali sepanjang 2025.
“Seringkali inisiatif positif para pelaku UMKM terhambat keterbatasan pendanaan. Melalui #UsahaBarengAdaKami, kami ingin memastikan upaya-upaya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas secara berkelanjutan,” ujar Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss.
Difabel Zone Bantul, Rumah Berkarya 50 Perajin Batik Difabel
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Difabel Zone, komunitas perajin batik difabel yang berbasis di Bantul, Yogyakarta.
Komunitas ini didirikan pada 2017 oleh Lidwina Wurie Akhdiyanti dengan misi menciptakan ruang berkarya yang setara bagi penyandang disabilitas.
“Tujuan saya mendirikan Difabel Zone adalah untuk menciptakan ruang berkarya yang setara bagi teman-teman difabel, membantu mereka memiliki penghasilan mandiri, dan turut memberdayakan potensi mereka,” ujar Lidwina dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (15/1/2026).
Difabel Zone kini memberdayakan sekitar 50 pengrajin difabel dari tiga wilayah, yakni Yogyakarta, Magelang, dan Salatiga.
Para perajin memproduksi batik tulis berkualitas tinggi dengan proses yang teliti dan profesional. Satu produk batik tulis bahkan membutuhkan waktu pengerjaan hingga dua minggu.
Dalam sebulan, Difabel Zone mampu menghasilkan sekitar 20 kain batik serta 500 produk turunan seperti pouch dan tas.
Meski permintaan pameran dan kemitraan terus meningkat, keterbatasan sarana display dan produksi menjadi tantangan utama.
Melalui program #UsahaBarengAdaKami, Difabel Zone memperoleh dukungan permodalan untuk melengkapi kebutuhan produksi dan display.
“Terima kasih AdaKami yang telah mendukung langkah teman-teman difabel dalam berkarya sambil melestarikan warisan budaya Indonesia,” tutur Lidwina.
Urban Compost Bali Ubah 1.900 Ton Sampah Jadi Kompos
Dari sektor lingkungan, dampak serupa dirasakan oleh Urban Compost Bali.
UMKM yang didirikan oleh Buya Azmedia pada 2019 ini bergerak di bidang daur ulang sampah organik dari rumah tangga, kafe, dan restoran di kawasan Canggu, Seminyak, dan sekitarnya.
“Kami mengolah sampah organik menjadi kompos atau media tanam. Ini adalah upaya kami menghadirkan perubahan kecil yang berarti, mengurangi sampah sekaligus menjaga bumi tetap lestari,” kata Buya.
Sepanjang 2025, Urban Compost Bali berhasil mengolah lebih dari 1.900 ton sampah organik.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 ton pupuk kompos berhasil diproduksi melalui proses alami dan ramah lingkungan.
Namun, keterbatasan peralatan seperti mesin kompos membuat proses produksi menyita banyak tenaga dan waktu.
Kebutuhan tersebut akhirnya terjawab melalui dukungan permodalan dari program #UsahaBarengAdaKami.
Dengan tambahan alat produksi, Urban Compost Bali optimistis dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah secara signifikan.
“Dengan bantuan ini, kami tahu bahwa kami tidak sendiri dalam misi melestarikan bumi, terutama di Bali,” ujar Buya.
Pisangne K-Tamane Berdayakan 20 Petani Perempuan Bali
Dari sektor pertanian dan agrowisata, Made Sumertayasa menghadirkan kisah pemberdayaan petani perempuan melalui usaha Pisangne K-Tamane.
Sejak 2010, Made merintis usaha ini berangkat dari keresahan akan minimnya nilai tambah yang diterima petani, khususnya petani perempuan di sekitarnya.
“Saya berpikir, apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang ada untuk memajukan petani-petani perempuan,” kata Made.
Ia menggandeng sekitar 20 petani perempuan yang mengelola kebun seluas tiga hektar di Bali.
Berbagai hasil kebun seperti pisang, lemon, teh bunga, madu, hingga produk budidaya lebah diolah menjadi minuman dan makanan kering sebagai bagian dari pengembangan agrowisata Bali.
Untuk simak penjelasan lengkap dari detik.com mengenai perkembangan program pemberdayaan UMKM ini, berikut rincian dampak yang dirasakan para pelaku usaha.
Melalui dukungan permodalan dari program #UsahaBarengAdaKami, Pisangne K-Tamane dapat membeli peralatan produksi yang lebih memadai.
Hasilnya, efektivitas produksi meningkat hingga 100%, sekaligus membuka peluang perluasan pasar.
“Dengan bantuan ini, kami merasa masih ada yang peduli dengan komunitas petani, khususnya petani perempuan di Bali,” tutur Made.
Dampak Nyata Program UsahaBarengAdaKami
Berikut rangkuman dampak program #UsahaBarengAdaKami terhadap tiga UMKM penerima manfaat.
| UMKM | Lokasi | Sektor | Dampak Sosial |
|---|---|---|---|
| Difabel Zone | Bantul, Yogyakarta | Kerajinan Batik | 50 perajin difabel diberdayakan |
| Urban Compost Bali | Canggu, Bali | Lingkungan | 1.900 ton sampah diolah jadi kompos |
| Pisangne K-Tamane | Bali | Agrowisata | 20 petani perempuan diberdayakan |
Data di atas menunjukkan variasi sektor yang dijangkau program ini, mulai dari kerajinan, lingkungan, hingga agrowisata.
Komitmen AdaKami untuk UMKM Inklusif
Ketiga kisah ini menegaskan bahwa UMKM dapat tumbuh sambil memberikan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan.
Lewat program #UsahaBarengAdaKami, AdaKami berupaya mendukung UMKM agar berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.
Dukungan permodalan yang disalurkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha dari kelompok rentan.
Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8321635/cerita-umkm-lokal-berdayakan-komunitas-sekitar-lewat-dukungan-adakami
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.

