PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Jawa Timur.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan F.X. Nugroho Setijo Nagoro di Kantor Pusat Bank Jatim, Kamis (12/2/2026). Turut hadir Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono sebagai saksi kerja sama strategis ini. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.
Perjanjian kerja sama ini mencakup lima poin utama yang menjadi landasan kolaborasi kedua institusi.
Berikut rincian cakupan PKS antara Bank Jatim dan Kemendes PDT:
| No | Cakupan Kerja Sama |
|---|---|
| 1 | Pertukaran data dan informasi antara kedua belah pihak |
| 2 | Pemanfaatan produk dan jasa perbankan sesuai ketentuan yang berlaku |
| 3 | Sosialisasi dan pendampingan produk serta jasa perbankan kepada masyarakat desa |
| 4 | Penguatan peran Bank Pembangunan Daerah untuk peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat desa |
| 5 | Pemanfaatan tanggung jawab sosial (CSR) Bank Pembangunan Daerah untuk mendukung percepatan pembangunan desa |
Kelima poin tersebut menjadi kerangka kerja bagi Bank Jatim dan Kemendes PDT dalam mengintegrasikan layanan keuangan dengan program pembangunan desa.
Winardi menjelaskan, sinergi dengan Kemendes PDT merupakan wujud nyata strategi jangka panjang Bank Jatim untuk memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Kemendes PDT RI kepada Bank Jatim untuk ikut mengembangkan perekonomian desa di wilayah Jawa Timur,” kata Winardi.
Lebih lanjut, Winardi menegaskan bahwa kedua belah pihak telah sepakat mengoptimalkan pemanfaatan layanan perbankan dalam mendukung pembangunan desa secara terintegrasi.
“Fokus utama kami di sini yaitu membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan mandiri,” tambahnya.
Winardi juga menyebut kerja sama ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat fondasi ekonomi desa, sekaligus meningkatkan literasi perbankan dan memberikan akses pembiayaan yang aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Nugroho menilai kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
“Ekonomi desa itu butuh ekosistem yang kuat. Kehadiran Bank Jatim di sini untuk memperkuat itu, mulai dari literasi, pembiayaan, hingga peningkatan kapasitas distribusi barang dan jasa,” ujar Nugroho.
Terkait hal ini, Nugroho menekankan bahwa literasi menjadi faktor penting agar masyarakat desa mampu memanfaatkan program secara optimal.
Pemilihan Bank Jatim sebagai mitra utama pun bukan tanpa alasan. Menurut Nugroho, Bank Jatim memiliki kedekatan psikologis dan karakter yang sama dengan masyarakat desa karena pada hakikatnya bank daerah adalah milik daerah.
Kontribusi Bank Jatim dalam membangun desa dinilai sangat kontekstual dan tepat sasaran.
Dalam implementasinya, masing-masing pihak memiliki peran yang saling melengkapi.
Berikut pembagian peran antara Kemendes PDT dan Bank Jatim:
| Pihak | Peran dalam Implementasi |
|---|---|
| Ditjen Pembangunan Desa dan Perdesaan (Kemendes PDT) | Fasilitator koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah |
| Bank Jatim | Penyedia dukungan layanan keuangan dan penguatan kapasitas masyarakat desa |
Pembagian peran ini dirancang agar kolaborasi berjalan efektif di tingkat desa.
Nugroho berharap Bank Jatim dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat desa terkait pengelolaan usaha, akses pembiayaan, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi bagian dari strategi mempertemukan kebijakan, pendampingan, dan pembiayaan dalam satu ekosistem pembangunan desa,” ungkap Nugroho.
Sumber: https://kumparan.com/kumparanbisnis/perkuat-ekonomi-desa-bank-jatim-dan-kemendes-pdt-teken-perjanjian-kerja-sama-26p7UkVWVK8/full
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.

