Beranda » Ekonomi Bisnis » Distribusi Elpiji 3 Kg Jadi Sorotan DPR Jelang Ramadhan, Harga Tembus Rp 60.000 di Sejumlah Daerah

Distribusi Elpiji 3 Kg Jadi Sorotan DPR Jelang Ramadhan, Harga Tembus Rp 60.000 di Sejumlah Daerah

Distribusi dan stabilitas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) menjadi sorotan serius menjelang Ramadhan dan , menyusul temuan di sejumlah daerah hingga mencapai Rp 60.000 per tabung.

Persoalan ini mengemuka dalam rangkaian Kunjungan Spesifik Komisi XII pada Masa Sidang III di Kepulauan Bangka Belitung yang turut membahas kesiapan nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra meminta PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan kesiapan distribusi dan pengawasan LPG bersubsidi secara nasional guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi tangga selama periode hari besar keagamaan.

Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai temuan lapangan, respons Pertamina, hingga jaminan stok dari Kementerian ESDM.

Berdasarkan pemantauan lapangan di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi, kelangkaan LPG 3 kg terjadi di wilayah Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Batanghari.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga di tingkat masyarakat.

Berikut perbandingan harga elpiji 3 kg berdasarkan temuan lapangan di Provinsi Jambi:

Keterangan Harga
Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.750
Harga lapangan di Sarolangun, Merangin, Bungo, Batanghari Rp 40.000 – Rp 60.000

tersebut menunjukkan selisih harga yang signifikan antara HET resmi dengan harga aktual di lapangan, berdasarkan temuan Komisi XII DPR RI per .

Temuan ini menjadi catatan penting untuk memperkuat distribusi dan pengawasan secara nasional menjelang meningkatnya kebutuhan energi selama Ramadhan.

“Kesiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penambahan suplai, penguatan pengawasan distribusi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujar Cek Endra melalui keterangannya, dikutip Jumat (13/2/2026).

Legislator asal daerah pemilihan Jambi itu menilai lonjakan kebutuhan energi rumah tangga pada periode Ramadhan dan Idul Fitri perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan gejolak harga di tingkat masyarakat.

Lebih lanjut, Komisi XII juga menilai momentum Ramadhan dan Idul Fitri menjadi periode krusial bagi ketahanan distribusi energi nasional.

Langkah antisipatif dinilai mutlak diperlukan untuk menjaga stabilitas di berbagai daerah.

Terkait hal ini, Cek Endra menambahkan bahwa evaluasi tata kelola distribusi LPG subsidi perlu terus diperkuat agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak.

Ia juga berharap peningkatan koordinasi lintas pemangku kepentingan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat selama periode hari besar keagamaan.

DPR menegaskan, Pertamina Patra Niaga sebagai operator distribusi dan LPG perlu memastikan stabilitas pasokan, kelancaran rantai distribusi, serta pengawasan terhadap potensi penyimpangan di lapangan.

Menanggapi temuan tersebut, Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga Alimidin Baso bersama perwakilan MOR II Erwin menyatakan kesiapan perusahaan untuk merespons dinamika yang terjadi di lapangan.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pelaksanaan operasi pasar di wilayah yang mengalami tekanan harga.

“Operasi pasar akan dilaksanakan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat,” ujar Manager Operasional Regional II Sumbagsel Erwin.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap energi bersubsidi selama Ramadhan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok BBM serta elpiji untuk bulan Ramadhan dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Baik elpiji maupun BBM, dan saya sampaikan bahwa semuanya terkendali dan cukup batas minimum daripada stok nasional,” ujar Bahlil di kompleks Istana, Rabu (11/2/2026).

Pernyataan tersebut menjadi jaminan dari pemerintah pusat di tengah kekhawatiran soal distribusi LPG subsidi menjelang Ramadhan, meski temuan di lapangan menunjukkan masih ada tantangan di tingkat daerah yang perlu segera ditangani.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/02/13/075329526/distribusi-elpiji-3-kg-jadi-perhatian-jelang-ramadhan

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.