Beranda » Ekonomi Bisnis » Dorong Ekonomi Digital RI, Kemenaker Latih 100 Instruktur untuk Cetak 60 Ribu Affiliate

Dorong Ekonomi Digital RI, Kemenaker Latih 100 Instruktur untuk Cetak 60 Ribu Affiliate

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melatih 100 instruktur dari 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mencetak 60 ribu affiliate sepanjang 2026. Program ini diluncurkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan (BBPVP) Kota Bekasi, Rabu (11/2/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas kesempatan kerja di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Simak penjelasan lengkap dari Jejaksatisfy berikut ini.

Ekonomi Digital Indonesia Tembus US$100 Miliar

Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$100 miliar atau sekitar Rp1.550 triliun.

Kontribusi e-commerce terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Indonesia juga diproyeksi tumbuh dari US$71 miliar pada 2025 menjadi US$140 miliar pada 2030.

Melihat potensi tersebut, Kemenaker menilai sektor digital menjadi ladang pekerjaan baru yang perlu digarap serius.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa peluang kerja tidak lagi terbatas pada sektor formal.

Pekerjaan informal berbasis digital kini menjadi alternatif yang fleksibel dan minim modal.

Pelatihan ToT Selama Tiga Hari di BBPVP Bekasi

Program Akademi Pengajar Shopee diawali dengan pelatihan 100 instruktur dari 21 UPT Kemenaker se-Indonesia.

Para trainer mengikuti training of trainers (ToT) selama tiga hari sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Setelah menyelesaikan ToT, setiap instruktur akan membuka kelas affiliate di wilayahnya.

Yassierli menyebut model ini sebagai strategi efektif untuk memperluas jangkauan pelatihan secara masif.

“Kalau 100 trainer ini kembali ke unit masing-masing dan melatih minimal 600 peserta, berarti kita bisa mencetak 60 ribu affiliate baru. Ini peluang nyata untuk memperluas kesempatan kerja,” ujar Yassierli dalam peluncuran program tersebut.

Ia menambahkan, pekerjaan sebagai affiliate relatif mudah diakses masyarakat.

Tidak memerlukan modal besar, cukup perangkat gawai dan kreativitas dalam memasarkan produk melalui live streaming maupun pendek.

Dampak Ekonomi Pelatihan Affiliate

Yassierli menegaskan bahwa keberhasilan peserta menjadi ukuran utama program ini, bukan sekadar besaran .

“Kebahagiaan seorang instruktur adalah ketika peserta yang dia latih berhasil. Kalau satu affiliate bisa menopang keluarganya, dampaknya akan sangat luas,” ujarnya.

Berdasarkan simulasi Kemenaker, satu siklus pelatihan berpotensi memberi dampak ekonomi pada ribuan orang.

Berikut simulasi dampak ekonomi program pelatihan affiliate Kemenaker dan Shopee.

Komponen Jumlah
Instruktur yang dilatih 100 orang
Peserta per instruktur 600 orang
Total affiliate baru 60.000 orang
Anggota keluarga per affiliate 4 orang
Potensi penerima dampak ekonomi 240.000 orang

Simulasi tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada peserta pelatihan, tetapi juga keluarga yang ditopang oleh setiap affiliate.

Peran Shopee dalam Ekosistem Digital

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, mengatakan transformasi digital bukan semata soal teknologi, tetapi kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkannya.

“Teknologi itu alat. Yang menentukan dampaknya adalah manusianya. Ekosistem digital membuka peluang dan bekerja, termasuk bagi mereka yang sebelumnya jauh dari akses ekonomi,” ujarnya.

Shopee mencatat 67% affiliate di Indonesia mengaku memperoleh tambahan penghasilan signifikan dari pemasaran produk.

Kategori produk seperti beauty, fashion, dan home care menjadi yang paling banyak dipromosikan oleh para affiliate.

Sejak diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pendampingan dan edukasi kepada jutaan UMKM di Indonesia.

Program tersebut telah menyelenggarakan lebih dari 350.000 jam pelatihan dan didukung hampir 400 modul pembelajaran.

Sertifikasi BNSP untuk Jaga Standar Kompetensi

Melalui kolaborasi ini, Shopee dan Kemenaker memastikan para instruktur memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikasi ini bertujuan menjaga standar kompetensi pengajar agar materi yang disampaikan berkualitas dan sesuai kebutuhan industri.

Kemenaker juga menyatakan akan memonitor perkembangan peserta setiap tiga .

Langkah ini untuk memastikan program berjalan efektif dan benar-benar menciptakan peluang kerja baru di sektor digital.

Target 500 Pengajar Hingga Akhir 2026

Ke depan, Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan melatih 500 pengajar hingga akhir 2026 yang tersebar di berbagai kota.

Langkah ini diharapkan memperluas akses pelatihan keterampilan digital secara berkelanjutan.

Dengan bertambahnya jumlah pengajar, jangkauan program pelatihan affiliate akan semakin luas ke berbagai daerah di Indonesia.

Kemenaker optimistis kolaborasi dengan sektor swasta seperti Shopee dapat menjadi model kemitraan yang efektif untuk mencetak talenta digital Indonesia.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260211161753-33-710282/dorong-ekonomi-digital-ri-kemenaker-target-cetak-60-ribu-affiliate

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.