Beranda » Ekonomi Bisnis » Apotek UMKM Naik Kelas! GoApotik Fasilitasi 8.000 Mitra Perluas Distribusi Nasional

Apotek UMKM Naik Kelas! GoApotik Fasilitasi 8.000 Mitra Perluas Distribusi Nasional

Jakarta – Sebanyak 8.000 apotek UMKM di Indonesia kini berhasil memperluas jangkauan distribusi berkat dukungan kesehatan GoApotik.

Transformasi ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha apotek skala kecil dan menengah yang selama ini menghadapi tantangan pemasaran di era digital.

GoApotik, produk digital PT Karsa Inti Tuju Askara (KITA) yang merupakan entitas anak PT Medela Potentia Tbk, hadir sebagai solusi digitalisasi pemasaran apotek.

Platform ini memfasilitasi apotek mitra untuk menjangkau konsumen lebih luas, meningkatkan efisiensi pemasaran, serta mendorong pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan.

Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.

Tantangan Distribusi Apotek Tradisional di Era Digital

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk kesehatan yang mudah diakses, banyak apotek di daerah masih menghadapi kendala klasik.

Keterbatasan jangkauan pemasaran, minimnya pengetahuan digital marketing, hingga sulitnya bersaing dengan platform e-commerce besar menjadi tantangan utama.

Ruth Retno Dewi, Direktur PT KITA, mengungkapkan bahwa transformasi pemasaran berbasis teknologi menjadi kunci untuk menjawab tantangan tersebut.

“Melalui digitalisasi aktivitas pemasaran, kami memfasilitasi apotek untuk memperluas jangkauan distribusi dan melakukan pengiriman produk ke seluruh Indonesia,” ujar Ruth dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/).

Apotek UMKM yang sebelumnya hanya melayani konsumen lokal kini mampu menjangkau pasar nasional.

Fitur dan Layanan Digitalisasi GoApotik

GoApotik berfokus pada kemudahan akses produk kesehatan bagi masyarakat.

Berbagai produk difasilitasi melalui platform ini, mulai dari vitamin, obat-obatan, suplemen, hingga obat herbal.

Berikut layanan utama yang ditawarkan GoApotik bagi apotek mitra:

  • Digitalisasi aktivitas pemasaran apotek
  • Perluasan jangkauan distribusi ke seluruh Indonesia
  • Fasilitas pengiriman produk lintas wilayah
  • marketing yang adaptif dengan tren terkini
  • Pendampingan optimalisasi penjualan berbasis teknologi

Seiring perkembangan ekosistem digital, GoApotik secara adaptif mengembangkan berbagai inisiatif pemasaran dengan menyesuaikan platform dan tren digital terkini.

Strategi tersebut dinilai memberikan nilai tambah bagi apotek dan merek kesehatan yang bekerja sama.

Jangkauan Luas ke 483 Kota di Indonesia

Hingga saat ini, layanan GoApotik telah menjangkau 483 kota di seluruh Indonesia.

Pencapaian ini menunjukkan kemampuan platform dalam menghubungkan apotek UMKM dengan konsumen di berbagai wilayah, termasuk daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Kemal Gani, Chairman SWA Group, menyampaikan bahwa strategi digital marketing yang diterapkan GoApotik memberikan nyata bagi pelanggan.

“Saat ini, GoApotik membantu sekitar 8.000 apotek, yang mayoritas merupakan apotek UMKM,” ungkap Kemal.

Berikut jangkauan apotek sebelum dan sesudah bergabung dengan GoApotik:

Aspek Sebelum Digitalisasi Setelah Bergabung GoApotik
Jangkauan Pasar Lokal (1 kota/kecamatan) Nasional (483 kota)
Strategi Pemasaran Konvensional Digital Marketing Terintegrasi
Sistem Distribusi Manual dan terbatas Terintegrasi pengiriman nasional
Akses Konsumen Terbatas pelanggan sekitar Seluruh Indonesia

tersebut menunjukkan transformasi signifikan yang dialami apotek UMKM setelah mengadopsi digitalisasi melalui GoApotik.

Penghargaan Indonesia Digital Marketing Champions 2025

Atas keberhasilan strategi digitalnya, GoApotik meraih Indonesia Digital Marketing Champions 2025 dengan predikat Excellent.

Penghargaan ini diberikan dalam ajang SWA Business Digest Champion Awarding yang diselenggarakan Majalah SWA dan Business Digest.

Berdasarkan penilaian dewan juri, GoApotik dinilai berhasil meningkatkan kinerja pemasaran dan penjualan melalui pemanfaatan teknologi serta strategi digital yang efektif dan efisien.

GoApotik meraih nilai akhir 88,9, tertinggi di antara peserta lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Pemimpin Umum SWA Sujatmaka dan perwakilan dewan juri Dr. Istianto kepada Ruth Retno Dewi pada (27/1/2025) di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur PT Medela Potentia Tbk Wimala Widjaja, Information Technology Director PT Medela Potentia Tbk Cahyadi Suwindra Sugondo, serta Growth Strategy Manager GoApotik Edy Harianto.

Komitmen Transformasi Digital Sektor Kesehatan

Ruth menyatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi GoApotik untuk terus menghadirkan strategi digital marketing yang memberikan nilai tambah bagi apotek UMKM.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen untuk memudahkan masyarakat memperoleh akses produk kesehatan di seluruh Indonesia.

Senada dengan itu, Wimala Widjaja menyampaikan bahwa pencapaian GoApotik sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan.

“Melalui pemanfaatan teknologi, PT Medela Potentia Tbk mendorong terciptanya ekosistem kesehatan Indonesia yang lebih inklusif,” ujar Wimala.

Ia menambahkan bahwa pencapaian GoApotik menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung apotek dan pelaku usaha kesehatan.

Pencapaian ini memperkuat posisi GoApotik sebagai platform digital kesehatan yang adaptif dan inovatif.

Ke depan, GoApotik akan terus mengembangkan strategi digital sebagai bagian dari visi pertumbuhan jangka panjang PT Medela Potentia Tbk dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih merata di seluruh Indonesia.

sumber:https://www.metrotvnews.com/read/NnjCWZ0x-platform-digital-dongkrak-apotek-umkm-naikkan-penjualan

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.