Beranda » Ekonomi Bisnis » Studi Ungkap 9 Dampak Positif Facebook Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Studi Ungkap 9 Dampak Positif Facebook Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Facebook bukan sekadar platform untuk eksis dan berbagi momen. Berbagai penelitian dari universitas ternama seperti Cornell University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan UCLA justru mengungkap fakta mengejutkan, yaitu ini memiliki positif bagi mental dan fisik penggunanya.

Temuan ini mematahkan stigma bahwa media sosial selalu berdampak buruk. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.

Peneliti Ungkap Alasan Pria Lebih Diuntungkan

Sebelum membahas daftar manfaatnya, ada satu temuan menarik dari peneliti.

Eva Buechel, PhD dari University of Miami yang mempelajari motivasi seseorang memposting sesuatu secara online memberikan penjelasan.

“Secara umum, tidak mempunyai link persahabatan sedekat yang dilakukan wanita. Sehingga mereka lebih mudah mengekspresikan diri,” kata Buechel.

Artinya, Facebook menjadi ruang aman bagi pria untuk mengungkapkan perasaan yang mungkin sulit mereka sampaikan secara langsung.

9 Manfaat Facebook untuk Kesehatan Berdasarkan Riset

Dikutip dari Men’s Health, Senin (3/3/2014), berikut sembilan dampak positif penggunaan Facebook bagi kesehatan baik pada pria maupun wanita.

1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Studi dari Cornell University menemukan .

Menghabiskan waktu tiga menit mengakses Facebook membuat seseorang lebih puas terhadap diri sendiri.

Peneliti juga mengatakan aktivitas mengedit profil saat membuka Facebook bisa menambah rasa percaya diri.

2. Menurunkan Kadar Stres

Laporan peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menunjukkan hasil positif.

Siswa yang mencari posting-posting positif mengalami penurunan denyut jantung, kadar stres, dan tingkat ketegangan.

Konten positif di timeline ternyata bisa menjadi terapi sederhana untuk meredakan tekanan.

3. Membantu Mendapat Ide Liburan

Peneliti di menemukan fenomena unik.

Pengguna Facebook lebih sering merasa iri saat melihat posting status atau orang lain ketika berlibur.

Baca Juga:  7 Cara Setting Facebook Pro 2026 agar Jangkauan Luas dan Pendapatan Maksimal

Namun, rasa iri ini justru berdampak positif. Orang jadi terdorong untuk berlibur yang berguna merefresh kembali pikiran.

4. Sarana Mengekspresikan Diri

Menurut peneliti di Northwestern University, hampir dua pertiga pria melaporkan mereka memasukkan karya seni berupa tulisan, foto, dan musik melalui media online.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan wanita yang hanya 50 persen melakukannya.

Facebook menjadi galeri untuk menampilkan kreativitas.

5. Membantu Menurunkan Berat Badan

Temuan ini mungkin mengejutkan banyak orang.

Orang yang melakukan program diet rata-rata berhasil menurunkan 4, kg bobotnya ketika bergabung dengan kelompok penurun berat badan di Facebook.

Hal ini terjadi karena adanya dukungan komunitas untuk berbagi tujuan dan motivasi dalam menurunkan berat badan.

6. Melawan Rasa Sakit

Peneliti di UCLA melaporkan temuan yang cukup emosional.

Orang-orang yang merasa sakit mengaku rasa sakitnya berkurang ketika melihat foto-foto orang yang mereka cintai di Facebook.

Foto keluarga dan sahabat ternyata bisa menjadi “obat” pereda nyeri.

7. Meningkatkan Produktivitas Kerja

Studi di University of Melbourne mengamati perilaku pekerja kantoran.

Hasilnya cukup mengejutkan.

Pekerja yang diberi sepuluh menit waktu istirahat untuk mengakses Facebook 16 persen lebih produktif daripada kelompok yang tidak diizinkan mengakses Facebook.

Lebih lanjut, mereka juga 40 persen lebih produktif dibanding orang yang tidak mendapat istirahat sama sekali.

8. Meningkatkan Kemampuan Kognitif

Sebuah studi dari University of Arizona menemukan manfaat untuk kelompok usia lanjut.

Orang dewasa yang lebih tua dan menggunakan Facebook mengalami peningkatan 25 persen dalam kemampuan bekerja mereka.

Hal ini terjadi karena pengguna memperoleh banyak informasi dari foto, status, atau komentar yang diupdate orang lain.

Aktivitas membaca dan berinteraksi di Facebook melatih otak tetap aktif.

Baca Juga:  Mark Zuckerberg Bantah Instagram Bikin Kecanduan Anak, Ini Alasannya

9. Membuat Pria Lebih Berani

Eva Buechel kembali memberikan insight menarik tentang perilaku pria.

“Dengan menggunakan Facebook, pria bisa jadi lebih berani saat mengutarakan perasaannya kepada wanita sebagai langkah awal untuk mengajak berkencan,” kata Buechel.

Platform digital rupanya membantu pria yang pemalu untuk memulai pendekatan.

Ringkasan Data Penelitian

Berikut rangkuman hasil penelitian dari berbagai universitas ternama.

Universitas Temuan Utama Data Kuantitatif
Cornell University Peningkatan rasa percaya diri 3 menit akses
MIT Penurunan stres dan denyut jantung
UCLA Foto orang tercinta kurangi rasa sakit
University of Melbourne Peningkatan produktivitas kerja +16% hingga +40%
University of Arizona Peningkatan kemampuan kognitif lansia +25%
Northwestern University Pria lebih ekspresif secara kreatif 66% pria vs 50% wanita
University of Miami Pria lebih mudah mengekspresikan diri

Data di atas menunjukkan konsistensi temuan positif dari berbagai lembaga penelitian independen.

Rekomendasi Durasi Penggunaan yang Ideal

Meski Facebook terbukti memiliki manfaat kesehatan, penggunaan tetap perlu dibatasi.

Berdasarkan studi University of Melbourne, waktu ideal untuk mengakses Facebook adalah sekitar 10 menit sebagai jeda istirahat.

Penggunaan berlebihan justru bisa berbalik menjadi kontraproduktif dan menimbulkan kecanduan.

Kuncinya adalah keseimbangan, yaitu manfaatkan Facebook untuk hal-hal positif seperti melihat konten inspiratif, terhubung dengan orang tercinta, dan bergabung dengan komunitas yang mendukung tujuan hidup sehat.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.