Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dari APBN 2026 untuk program bantuan sosial (bansos) pangan menjelang Ramadan 2026.
Dana tersebut akan digunakan untuk menyalurkan paket bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang tergolong dalam desil 1 hingga desil 4.
Bantuan ini rencananya mulai didistribusikan menjelang bulan puasa, dengan durasi pemberian selama 2 bulan. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.
Rincian Bansos Pangan Ramadan 2026
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rincian program bansos pangan tersebut dalam keterangan resminya.
“Target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat, yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4. Estimasi kebutuhan anggarannya sebesar Rp11,92 triliun,” ujarnya, dikutip pada Rabu (11/2/2026).
Berikut rincian paket bansos pangan yang akan diterima setiap KPM.
| Komponen | Rincian |
|---|---|
| Jenis Bantuan | Beras 10 kg + Minyak Goreng 2 liter |
| Jumlah KPM | 35,04 juta keluarga |
| Sasaran Penerima | Desil 1 sampai Desil 4 |
| Durasi Bantuan | 2 bulan |
| Total Anggaran | Rp11,92 triliun |
| Sumber Dana | APBN 2026 |
| Waktu Penyaluran | Menjelang Ramadan 2026 (Kuartal I/2026) |
Data di atas berdasarkan keterangan resmi Menko Perekonomian per 11 Februari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Tujuan Bansos Pangan untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Airlangga menjelaskan bahwa program bansos pangan yang digelontorkan pada kuartal I/2026 ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Dengan adanya bantuan beras dan minyak goreng, masyarakat penerima diharapkan bisa mengalihkan sebagian pengeluaran pokoknya untuk membeli kebutuhan lain.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga permintaan (demand) terhadap barang dan jasa agar tetap stabil selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Pemda dan K/L Diminta Pastikan Kelancaran Distribusi
Lebih lanjut, Airlangga juga menekankan pentingnya koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda) dalam memastikan kelancaran distribusi bansos pangan.
“Pemda maupun kementerian/lembaga yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan,” tegas Airlangga.
Instruksi ini menyasar seluruh jajaran pejabat terkait agar penyaluran tepat sasaran, baik dari sisi logistik maupun distribusi ke daerah-daerah.
Stimulus Tambahan, Diskon Tiket Mudik Lebaran Rp911 Miliar
Tidak hanya bansos pangan, pemerintah juga menyiapkan stimulus lain berupa diskon tiket mudik Lebaran dengan estimasi anggaran senilai Rp911,16 miliar.
Diskon ini mencakup beberapa moda transportasi, mulai dari pesawat, kereta api, hingga kapal laut.
Airlangga menyampaikan bahwa stimulus mudik ini meliputi keringanan pajak berupa PPN ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 100% untuk pembelian tiket pesawat.
Fasilitas tersebut berlaku untuk penerbangan periode 14 hingga 29 Maret 2026, dengan masa pembelian tiket pada 10 Februari hingga 29 Maret 2026.
Berikut rincian lengkap diskon tiket mudik Lebaran 2026 per moda transportasi.
| Moda Transportasi | Besaran Diskon | Periode Perjalanan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Pesawat | PPN DTP 100% | 14–29 Maret 2026 | Masa beli tiket 10 Feb – 29 Mar 2026 |
| Kereta Api | Diskon 30% | 14–29 Maret 2026 | Diskon dari harga tiket |
| Kapal Laut (PT Pelni) | Diskon 30% | 14–29 Maret 2026 | Diskon dari tarif dasar |
| Penyeberangan ASDP | Diskon tarif 100% | 12–31 Maret 2026 | Biaya jasa kepelabuhanan |
Seluruh stimulus diskon mudik ini juga bersumber dari APBN 2026.
Konteks APBN dan Peran Pajak sebagai Sumber Pendanaan
Seluruh anggaran untuk bansos pangan maupun diskon mudik Lebaran berasal dari APBN 2026.
Perlu diketahui, pajak merupakan sumber penerimaan paling dominan bagi negara. Sekitar 70% dari total APBN bersumber dari penerimaan pajak, menjadikan kontribusi wajib pajak sebagai tulang punggung utama pembiayaan program-program sosial seperti ini.
Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, pemerintah menargetkan program bansos pangan dan stimulus mudik Lebaran dapat berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat menjelang Ramadan 2026.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.
