CIBC Capital Markets resmi menaikkan proyeksi harga emas 2026 menjadi rata-rata US$ 6.000 per ons troi, naik signifikan dari perkiraan sebelumnya di level US$ 4.500 yang dirilis pada Oktober 2025.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh tim analis yang dipimpin Anita Soni dalam catatan riset pada Rabu (4/2/2026). Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.
Dilansir dari Kitco News (5/2/2026), bank investasi asal Kanada itu menilai faktor pendorong reli emas sepanjang 2025, yang mencatatkan kenaikan 65%, akan tetap berlanjut tahun ini.
“We expect the same demand drivers from 2025 to remain in place,” tulis tim analis CIBC.
Pelemahan dolar Amerika Serikat disebut sebagai salah satu katalis utama. Tekanan terhadap greenback diperkirakan berasal dari potensi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve hingga ketegangan politik antara bank sentral dan Gedung Putih.
Sementara itu, data ketenagakerjaan AS turut memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter. Klaim pengangguran awal mingguan meningkat menjadi 231.000 pada awal Februari, sementara pemutusan hubungan kerja mencapai 108.400 pada Januari 2026, tertinggi sejak 2009.
“Pelemahan dolar kemungkinan berlanjut seiring respons bank sentral dan investor terhadap meningkatnya ketidakpastian dengan mengalihkan sebagian alokasi dari obligasi pemerintah AS,” tulis analis CIBC.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global tetap menopang permintaan emas sebagai aset safe haven. CIBC mencatat Januari 2026 penuh gejolak, mulai dari penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro hingga ancaman tarif baru dari pemerintahan Trump.
Lebih lanjut, kepercayaan investor terhadap mata uang fiat secara global dinilai semakin terkikis.
“Kepercayaan terhadap mata uang fiat telah terkikis. Dengan pilihan yang terbatas, emas kembali menjadi tujuan utama perpindahan aset ke instrumen safe haven,” ungkap analis CIBC.
CIBC juga memproyeksikan harga emas rata-rata mencapai puncak US$ 6.500 per ons troi pada 2027, sebelum berangsur turun ke US$ 6.000 (2028) dan US$ 5.500 (2029).
Pandangan bullish ini sejalan dengan institusi keuangan besar lainnya. JPMorgan Chase merevisi proyeksinya ke US$ 6.300, Deutsche Bank mempertahankan target US$ 6.000, dan Yardeni Research juga memasang angka serupa untuk 2026.
Per Jumat (6/2/2026), harga emas spot tercatat melonjak 3,9% ke level US$ 4.954 per ons troi setelah sebelumnya terkoreksi tajam. Di pasar domestik, harga emas Antam per Sabtu (7/2/2026) berada di level Rp 2.920.000 per gram (harga jual), berdasarkan data Logam Mulia.
Pelaku pasar disarankan terus memantau perkembangan kebijakan moneter The Fed, dinamika geopolitik, serta pergerakan indeks dolar AS sebagai indikator utama arah harga emas ke depan.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.


