Beranda » Perbankan » Lonjakan 15 Persen Jumlah Pengguna Layanan MADINA Bank Muamalat Sepanjang Tahun 2026

Lonjakan 15 Persen Jumlah Pengguna Layanan MADINA Bank Muamalat Sepanjang Tahun 2026

mencatatkan pencapaian signifikan dalam sektor layanan perbankan bagi segmen korporasi. Kinerja layanan cash management system yang dikenal dengan nama Muamalat Digital Integrated Access atau MADINA menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.

Lonjakan jumlah pengguna yang mencapai dua digit menjadi indikator kuat bahwa adopsi perbankan syariah di kalangan pelaku bisnis semakin masif. Kepercayaan korporasi terhadap ekosistem digital Bank Muamalat terus menguat seiring dengan berbagai inovasi fitur yang dihadirkan.

Performa Signifikan Layanan Digital Korporasi

Pertumbuhan jumlah pengguna MADINA tercatat meningkat sebesar 13 persen secara year on year (yoy) hingga menyentuh angka 13.700 pengguna pada penghujung tahun lalu. Peningkatan basis pengguna ini berbanding lurus dengan aktivitas transaksi yang terjadi di dalam platform.

Frekuensi transaksi melalui MADINA melonjak hingga 12 persen yoy dengan total dua juta transaksi yang berhasil diproses. Volume transaksi yang dibukukan pun tergolong fantastis, yakni menembus angka lebih dari Rp48 triliun pada akhir 2025.

Berikut adalah rincian data layanan MADINA selama periode tahun 2025:

Indikator Kinerja Persentase Pertumbuhan (yoy) Pencapaian Akhir Tahun
Jumlah Pengguna 13% 13.700+ Pengguna
Frekuensi Transaksi 12% 2 Juta Transaksi
Volume Transaksi Tidak disebutkan Rp48 Triliun+
Transaksi Virtual Account 14% 4,8 Juta Transaksi
Volume Virtual Account 14% Rp7,8 Triliun

Data di atas menunjukkan bahwa integrasi layanan virtual account menjadi salah satu pendorong utama dalam ekosistem digital Bank Muamalat. Kenaikan volume transaksi sebesar 14 persen pada layanan ini membuktikan efektivitas sistem dalam memfasilitasi kebutuhan administrasi .

Baca Juga:  Pertumbuhan Kredit Perbankan Dinilai Masih Lambat, BI Berharap Capai Target Lebih Tinggi pada 2026

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi perusahaan dalam memperluas kemitraan strategis dengan berbagai institusi. Fokus pada sektor pendidikan, lembaga pemerintah, rumah sakit, hingga komunitas muslim menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Inovasi Fitur dan Kemudahan Akses

Strategi pengembangan layanan MADINA berfokus pada relevansi kebutuhan nasabah korporasi yang dinamis. Penambahan fitur online foreign exchange (Online FX) menjadi salah satu langkah konkret yang memberikan nilai tambah bagi nasabah dalam melakukan transaksi valuta asing.

Fitur ini memungkinkan nasabah korporasi untuk melakukan transaksi valuta asing dengan kurs counter secara daring. Volume transaksi pada fitur ini terus menunjukkan tren kenaikan sejak pertama kali diimplementasikan.

Untuk memahami bagaimana nasabah dapat mengoptimalkan layanan ini, terdapat beberapa tahapan akses yang dirancang untuk efisiensi bisnis:

  1. Mengakses portal resmi MADINA melalui browser yang tersedia pada perangkat kerja.
  2. Melakukan login menggunakan kredensial akun korporasi yang telah terdaftar.
  3. Memilih opsi layanan antara MADINA Advanced atau MADINA Basic sesuai dengan kebutuhan administrasi.
  4. Melakukan pemantauan saldo atau transaksi perbankan non tunai secara real time.
  5. Mengeksekusi atau fitur online foreign exchange sesuai kebutuhan operasional perusahaan.

Fleksibilitas menjadi poin utama yang ditawarkan oleh layanan ini karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Kemudahan ini secara langsung berdampak pada efisiensi waktu dan biaya operasional bagi nasabah korporasi.

Kontribusi Terhadap Dana Murah

Kinerja positif layanan MADINA juga memberikan langsung terhadap struktur pendanaan Bank Muamalat. Layanan ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan total dana murah atau current account saving account (CASA).

Baca Juga:  Pencapaian Laba Bersih BCA Mencapai Angka Rp14,7 Triliun pada Sepanjang Kuartal 1 2026

Penguatan CASA melalui kanal digital menjadi prioritas bagi bank syariah untuk menjaga likuiditas yang sehat. Dengan semakin banyaknya transaksi yang terjadi di dalam platform, porsi dana murah dari nasabah korporasi cenderung lebih stabil dan berkelanjutan.

Ke depan, Bank Muamalat berencana untuk terus memperluas penetrasi ke berbagai ekosistem syariah lainnya. Sektor Bank Rakyat Syariah (BPRS) menjadi salah satu target pengembangan kemitraan strategis selanjutnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Muamalat sebagai pionir perbankan syariah di Indonesia. Inovasi yang berkelanjutan pada platform MADINA akan terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah korporasi yang semakin kompleks.


Disclaimer: Data kinerja keuangan dan statistik pengguna yang tercantum dalam artikel ini berdasarkan laporan resmi Bank Muamalat pada periode tahun 2025. Angka dan informasi dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kondisi pasar. Pastikan untuk selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi Bank Muamalat untuk mendapatkan informasi terkini terkait layanan dan fitur perbankan.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.