Pernahkah terpikir, negara mana yang paling banyak berutang di dunia saat ini?
Pertanyaan ini sering muncul di tengah diskusi ekonomi global, terutama ketika berbicara soal stabilitas fiskal dan pertumbuhan pembangunan. Nah, berdasarkan data terbaru dari International Monetary Fund (IMF) dalam rilis World Economic Outlook edisi Oktober 2025, Amerika Serikat, China, dan Jepang tercatat menyumbang lebih dari 60% total utang global yang mencapai US$110,9 triliun.
Banyak informasi keliru beredar soal utang nasional, seolah-olah negara yang memiliki utang besar pasti mengalami krisis ekonomi. Faktanya, berdasarkan kajian IMF dan World Population Review, praktik berutang merupakan strategi fiskal umum yang diterapkan baik oleh negara maju maupun berkembang untuk membiayai pembangunan. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini untuk memahami posisi Indonesia di antara negara-negara dengan utang terbesar dunia.
Mengapa Negara Berutang dan Bagaimana Dampaknya terhadap Ekonomi
Sebelum membahas daftar negara dengan utang terbesar, penting untuk memahami alasan di balik kebijakan berutang yang diterapkan oleh berbagai negara.
Utang nasional atau utang negara merupakan total kewajiban finansial pemerintah kepada pihak pemberi pinjaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sumber pinjaman bisa berasal dari perusahaan swasta, institusi keuangan, hingga lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
Pemerintah memanfaatkan utang untuk berbagai keperluan strategis, antara lain:
- Menutup defisit anggaran tahunan
- Membiayai pembangunan infrastruktur berskala besar
- Mendukung program kesejahteraan sosial dan jaminan kesehatan
- Menjaga stabilitas ekonomi saat menghadapi tekanan global
- Stimulus fiskal dalam kondisi krisis seperti pandemi
Jadi, memiliki utang tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi yang buruk. Justru banyak negara maju dengan perekonomian kuat tercatat memiliki utang dalam jumlah besar karena skala ekonomi dan kebutuhan belanja publik yang tinggi.
10 Negara dengan Utang Nasional Terbesar di Dunia 2026
Berdasarkan kompilasi data dari IMF World Economic Outlook Oktober 2025 dan World Population Review 2025, berikut daftar lengkap negara-negara dengan utang nasional terbesar secara nominal.
Data ini menggunakan nilai absolut dalam dolar AS, bukan rasio terhadap PDB.
Amerika Serikat Memimpin dengan Utang Fantastis
Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai negara dengan utang nasional terbesar di dunia.
Total utang Negeri Paman Sam mencapai US$38,27 triliun per Oktober 2025, setara dengan sekitar Rp612 kuadriliun (kurs Rp16.000 per US$1). Angka ini merepresentasikan 35,4% dari total utang global dan sekitar 125% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025.
Besarnya utang AS mencerminkan kebijakan fiskal yang ekspansif dalam beberapa dekade terakhir. Sejak tahun 2001, pemerintah AS belum pernah mencatatkan surplus anggaran, sehingga defisit menjadi kondisi struktural yang terus berulang.
Menurut laporan IMF, pembayaran bunga utang AS telah meningkat hampir tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir. Proyeksi menunjukkan beban bunga bisa melonjak hingga US$1,8 triliun per tahun pada 2035.
China dan Jepang di Posisi Runner Up
Di posisi kedua, China sebagai pesaing utama AS dalam ekonomi global mencatatkan utang nasional sebesar US$18,68 triliun.
Angka ini mewakili 16,8% dari total utang global dengan rasio utang terhadap PDB sekitar 96%. Kenaikan utang China sepanjang 2025 menyentuh US$2,2 triliun, dipicu oleh stimulus pemerintah dan melemahnya pendapatan daerah akibat sektor properti yang masih mengalami tekanan.
Meski utangnya besar secara nominal, beban utang per kapita China relatif lebih rendah karena populasinya yang mencapai 1,4 miliar jiwa.
Jepang menyusul di posisi ketiga dengan total utang pemerintah mencapai US$9,83 triliun atau sekitar 8,9% dari utang global.
Negara Sakura ini memiliki karakteristik unik dalam struktur utangnya. Rasio utang Jepang terhadap PDB mencapai 230-256%, tertinggi di antara negara-negara maju.
Meski demikian, mayoritas surat utang Jepang dipegang oleh investor domestik termasuk Bank of Japan. Kondisi ini membuat suku bunga pinjaman tetap rendah dan risiko pembiayaan tidak setinggi negara dengan utang didominasi pihak asing.
Empat Negara Eropa dalam Daftar
Kawasan Eropa Barat mendominasi posisi 4-7 dalam daftar negara dengan utang terbesar dunia.
Inggris (United Kingdom) berada di peringkat keempat dengan utang nasional sekitar US$4,09 triliun. Negara ini menghadapi tekanan fiskal akibat perlambatan ekonomi pasca-Brexit serta tingginya belanja publik untuk kesehatan dan jaminan sosial.
Prancis melengkapi lima besar dengan utang mencapai US$3,92 triliun, berkontribusi 3,5% terhadap utang global. Gelombang ketidakstabilan politik akibat tekanan pemotongan anggaran memperburuk tantangan fiskal yang sudah menumpuk.
Italia mencatatkan utang sekitar US$3,48 triliun, menempatkannya sebagai salah satu titik perhatian dalam dinamika ekonomi Eropa. Beban utang yang tinggi disebabkan oleh sistem pensiun yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang relatif lambat dalam beberapa dekade terakhir.
Jerman di posisi kedelapan memiliki utang nasional US$3,23 triliun. Sebagai ekonomi terbesar Eropa, Jerman menghadapi tantangan berupa kebutuhan belanja publik yang terus meningkat.
India, Kanada, dan Brasil Melengkapi Top 10
Tiga negara dari tiga benua berbeda melengkapi daftar 10 besar negara dengan utang terbesar.
India menempati posisi ketujuh dengan utang pemerintah sebesar US$3,36 triliun. Sebagai negara dengan populasi terbesar dunia, rasio utang India terhadap PDB tercatat sekitar 80%.
Pemerintah India menargetkan rasio ini turun menjadi sekitar 50% pada 2031 melalui berbagai reformasi fiskal.
Kanada di posisi kesembilan mencatatkan utang nasional US$2,60 triliun. Negara ini menghadapi tantangan berupa defisit anggaran yang terus berulang dan kebutuhan pendanaan untuk program-program sosial.
Brasil menutup daftar 10 besar dengan utang sekitar US$2,06 triliun. Sebagai ekonomi terbesar di Amerika Latin, Brasil bergulat dengan tantangan fiskal berupa pertumbuhan ekonomi yang fluktuatif dan kebutuhan belanja sosial yang tinggi.
Tabel Lengkap Perbandingan Utang 10 Negara Terbesar 2026
Berikut rangkuman data utang dari 10 negara dengan nilai nominal tertinggi berdasarkan kompilasi IMF dan World Population Review.
Data ini menggunakan nilai per Oktober 2025 dan dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp16.000 per US$1.
| Peringkat | Negara | Utang Nasional (US$) | Estimasi (Rupiah) | Rasio Utang/PDB |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Amerika Serikat | US$38,27 Triliun | Rp612 Kuadriliun | 125% |
| 2 | China | US$18,68 Triliun | Rp298,8 Kuadriliun | 96% |
| 3 | Jepang | US$9,83 Triliun | Rp157,2 Kuadriliun | 230% |
| 4 | Inggris | US$4,09 Triliun | Rp65,4 Kuadriliun | 101% |
| 5 | Prancis | US$3,92 Triliun | Rp62,7 Kuadriliun | 112% |
| 6 | Italia | US$3,48 Triliun | Rp55,6 Kuadriliun | 136% |
| 7 | India | US$3,36 Triliun | Rp53,7 Kuadriliun | 80% |
| 8 | Jerman | US$3,23 Triliun | Rp51,6 Kuadriliun | 63% |
| 9 | Kanada | US$2,60 Triliun | Rp41,6 Kuadriliun | 105% |
| 10 | Brasil | US$2,06 Triliun | Rp32,9 Kuadriliun | 88% |
Perlu dicatat bahwa data di atas merupakan kompilasi dari berbagai sumber dan dapat berubah sesuai dengan dinamika ekonomi global serta kebijakan fiskal masing-masing negara.
Posisi Indonesia dalam Peringkat Utang Global 2026
Lantas, di mana posisi Indonesia dalam peringkat utang dunia?
Berdasarkan data IMF World Economic Outlook Oktober 2025 dan World Population Review, Indonesia berada di peringkat ke-18 dunia dalam daftar negara dengan utang nasional terbesar secara nominal.
Total utang pemerintah Indonesia tercatat sebesar US$588,8 miliar atau setara Rp9.420 triliun (kurs Rp16.000 per US$1) per data November 2025. Sementara berdasarkan laporan DJPPR Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah per akhir Kuartal III-2025 senilai Rp9.408,64 triliun.
Dari sisi rasio, utang Indonesia terhadap PDB per Kuartal III-2025 tercatat 40,30%, meningkat dari 39,86% pada Kuartal II-2025. Angka ini masih jauh di bawah batas aman 60% sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Jika dibandingkan dengan total utang global yang mencapai US$111 triliun, porsi utang Indonesia hanya sekitar 0,50% dari total utang dunia. Utang per kapita Indonesia berada di kisaran US$1.501 atau sekitar Rp24 juta.
Berikut data utang Indonesia terbaru:
| Indikator | Data Indonesia | Keterangan |
|---|---|---|
| Peringkat Global | 18 | Tidak masuk 10 besar |
| Utang Nasional | Rp9.408 Triliun | Per Q3-2025 |
| Rasio Utang/PDB | 40,30% | Batas aman: 60% |
| Utang Per Kapita | US$1.501 | Sekitar Rp24 juta |
| Target Rasio 2026 | 39,96% | RAPBN 2026 |
Dalam RAPBN 2026, pemerintah menargetkan rasio utang pada level 39,96% terhadap PDB. Target ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026.
Perbandingan Utang Indonesia vs Negara Tetangga ASEAN
Bagaimana posisi utang Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara?
Berdasarkan data World Population Review dan IMF, utang Indonesia secara nominal lebih besar dibandingkan sebagian besar negara ASEAN. Namun dari sisi rasio terhadap PDB, Indonesia justru tergolong lebih terkendali.
| Negara ASEAN | Utang Nasional (US$) | Rasio Utang/PDB | Status |
|---|---|---|---|
| Singapura | US$888,3 Miliar | 175% | Tertinggi ASEAN |
| Indonesia | US$588,8 Miliar | 40,30% | Terkendali |
| Thailand | US$319,8 Miliar | 62% | – |
| Malaysia | US$278,8 Miliar | 67% | – |
| Filipina | – | 58,1% | – |
| Vietnam | – | 33,6% | Terendah |
Menariknya, Singapura memiliki rasio utang terhadap PDB tertinggi di ASEAN mencapai 175%. Namun kondisi fiskalnya tetap sehat karena pemerintah sengaja menerbitkan utang domestik sebagai strategi mengembangkan pasar keuangan, bukan untuk menutup defisit.
Indonesia tercatat memiliki rasio utang lebih rendah dibandingkan Malaysia (67%), Thailand (62%), dan Filipina (58,1%). Posisi ini menunjukkan pengelolaan fiskal yang relatif prudent di tengah kebutuhan pembangunan yang masif.
Cara Membaca Rasio Utang terhadap PDB
Memahami data utang nasional tidak cukup hanya melihat angka nominal. Indikator yang lebih relevan untuk menilai kesehatan fiskal adalah rasio utang terhadap PDB.
Rasio utang terhadap PDB (debt-to-GDP ratio) merupakan perbandingan antara total utang pemerintah dengan nilai Produk Domestik Bruto negara tersebut. Semakin tinggi rasio, semakin besar porsi ekonomi yang “terikat” untuk membayar kewajiban utang.
Berikut panduan umum membaca rasio utang:
- Di bawah 40%: Tergolong rendah dan aman, ruang fiskal masih luas
- 40-60%: Moderat, perlu pengawasan ketat
- 60-80%: Cukup tinggi, mulai membebani kapasitas fiskal
- Di atas 100%: Tinggi, utang melebihi nilai ekonomi tahunan
Berdasarkan studi Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi suatu negara berisiko melambat jika rasio utang terhadap PDB melebihi 77% dalam jangka panjang.
Indonesia dengan rasio 40,30% masih tergolong dalam kategori moderat dan jauh di bawah batas aman 60% sesuai UU Nomor 17 Tahun 2003. Sebagai perbandingan, Jepang memiliki rasio 230% namun ekonominya tetap stabil karena mayoritas utang dipegang investor domestik.
Singkatnya, nilai nominal utang yang besar tidak selalu berarti kondisi fiskal buruk. Faktor seperti kemampuan membayar, struktur kepemilikan utang, dan pertumbuhan ekonomi turut menentukan kesehatan keuangan negara.
Sumber Informasi Resmi dan Kontak Layanan
Untuk memastikan keakuratan informasi terkait utang negara, berikut sumber-sumber resmi yang dapat dijadikan rujukan.
Sumber Data Internasional:
- International Monetary Fund (IMF): imf.org
- World Bank: worldbank.org
- World Population Review: worldpopulationreview.com
Sumber Data Indonesia:
- Kementerian Keuangan RI: kemenkeu.go.id
- Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR): djppr.kemenkeu.go.id
- Bank Indonesia: bi.go.id
- Badan Pusat Statistik: bps.go.id
Kontak Layanan Kementerian Keuangan:
- Pusat Kontak: 134
- Email: [email protected]
- Website Pengaduan: wise.kemenkeu.go.id
Waspadai informasi hoax atau data yang tidak bersumber dari lembaga resmi. Selalu verifikasi dengan mengakses langsung situs pemerintah atau lembaga internasional yang kredibel.
Penutup
Dari pembahasan di atas, Amerika Serikat tetap menjadi negara dengan utang nasional terbesar di dunia dengan nilai US$38,27 triliun, diikuti China dan Jepang. Indonesia berada di peringkat ke-18 global dengan utang Rp9.408 triliun dan rasio 40,30% terhadap PDB.
Penting untuk dipahami bahwa utang besar tidak selalu identik dengan krisis ekonomi. Banyak negara maju justru memiliki utang nominal tinggi namun ekonominya tetap kuat karena didukung pertumbuhan PDB yang solid dan pengelolaan fiskal yang prudent.
Data dalam artikel ini bersumber dari IMF World Economic Outlook Oktober 2025, World Population Review, dan Kementerian Keuangan RI, serta dapat berubah sesuai dinamika ekonomi global dan kebijakan pemerintah terbaru.
Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Semoga informasi tentang daftar negara dengan utang terbesar dan posisi Indonesia di peringkat global dapat menambah wawasan. Jangan lupa untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber resmi sebelum menyebarkannya.
FAQ
Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai negara dengan utang nasional terbesar di dunia dengan total US$38,27 triliun per Oktober 2025. Angka ini setara dengan 35,4% dari total utang global dan sekitar 125% dari PDB Amerika Serikat.
Indonesia berada di peringkat ke-18 dunia dalam daftar negara dengan utang nasional terbesar berdasarkan data IMF dan World Population Review 2025. Total utang Indonesia tercatat sekitar US$588,8 miliar atau Rp9.408 triliun dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 40,30%.
Ya, rasio utang Indonesia terhadap PDB sebesar 40,30% masih jauh di bawah batas aman 60% yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pemerintah menargetkan rasio utang pada level 39,96% dalam RAPBN 2026.
Jepang memiliki rasio utang terhadap PDB sekitar 230%, tertinggi di antara negara maju. Namun ekonominya tetap stabil karena mayoritas surat utang dipegang investor domestik termasuk Bank of Japan, suku bunga pinjaman tetap rendah, dan pasar finansialnya dalam sehingga risiko pembiayaan lebih terkendali.
Utang nominal adalah nilai absolut utang dalam mata uang (misalnya US$ atau Rupiah), sedangkan rasio utang terhadap PDB menunjukkan perbandingan utang dengan nilai ekonomi negara. Rasio utang lebih relevan untuk menilai kesehatan fiskal karena memperhitungkan kemampuan ekonomi dalam menanggung kewajiban.
Secara nominal, utang Indonesia lebih besar dari Thailand, Malaysia, dan Filipina, namun lebih kecil dari Singapura. Dari sisi rasio utang terhadap PDB, Indonesia (40,30%) lebih rendah dibanding Singapura (175%), Malaysia (67%), Thailand (62%), dan Filipina (58,1%), menunjukkan pengelolaan fiskal yang relatif prudent.
Data utang negara dapat diakses melalui sumber resmi seperti International Monetary Fund (imf.org), World Bank (worldbank.org), Kementerian Keuangan RI (kemenkeu.go.id), DJPPR Kemenkeu (djppr.kemenkeu.go.id), dan Bank Indonesia (bi.go.id). Selalu verifikasi informasi dari sumber kredibel sebelum menyebarkan.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.


